Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Sindikat Penipuan WNA di Indonesia Raup Omzet Rp20 Triliun per Tahun

30 Jul 2017 // 19:50 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

sindikat-penipuan-wn-china-taiwan-raup-rp-20-triliun-per-tahun

DENPASAR (suarakawan.com) – Kendati hanya menjadikan Indonesia sebagai tempat untuk menipu korbannya di negara lain. Namun omzet para sindikat penipuan WN China dan WN Taiwan yang berhasil ditangkap ini mampu meraup Rp 20 triliun selama setahun.

Dikatakan Ketua Tim Penindakan Satgasus Mabes Polri Wilayah Bali, Kombes Pol Turnagogo Sihombing mengatakan, setiap pelaku digaji sekira Rp 20 juta per bulan. Kata dia, penipuan tersebut merupakan jaringan internasional.

“Mereka menggunakan komputer, telepon dan banyak hal teknologi informasi untuk melancarkan kejahatan mereka. Keuntungan mereka dalam satu tahun bisa mencapai Rp 20 triliun,” terangnya di Denpasar, Minggu (30/7).

Lanjutnya, ada 27 WNA dan 4 orang WNI yang diamankan oleh pihak kepolisian. Selain itu, barang bukti yang diamanakan ada 35 telepon rumah, ada puluhan handpone, laptop 15 buah, modem sekitar 10 buah.

Saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk mendeportasi para WNA tersebut. Namun sebelum itu mereka akan dibawa ke Jakarta.

“Dari puluhan orang WNA itu hanya ada enam orang yang paspornya saat ini sudah dipegang oleh pihak imigrasi,” pungkasnya.

Diketahui, Petugas meringkus 29 warga China yang terdiri dari 12 perempuan dan 17 pria sindikat kejahatan siber di Jalan Sekolah Duta Pondok Indah Kebayoran Lama Jakarta Selatan.

Polisi gabungan juga menggerebek rumah sindikat kejahatan siber di Perumahan Puri Bendesa benoa Kuta Selatan Kabupaten Badung, Bali.

Di Bali, polisi menangkap 31 orang terdiri dari 17 warga China, 10 Warga Taiwan (sembilan wanita dan 18 pria), serta empat WNI (seorang wanita dan tiga pria).

Penangkapan juga dilakukan di Surabaya yang meliputi tiga lokasi kejahatan yakni Jalan Mutiara Graha Family Blok N-1 Bukit Darmo Golf Surabaya, Jalan Graha Family Timur 1 Blok E-68 Bukit Darmo Golf dan Jalan Graha Family Timur 1 Blok E-58 Bukit Darmo Golf.

Jumlah total warga asing yang diamankan di Surabaya mencapai 93 orang, terdiri dari 81 warga China dan 12 warga Taiwan.

Didik menjelaskan, para pelaku kejahatan siber asal China itu mengontrak rumah yang dijadikan markas untuk menjalankan aksinya berdasarkan informasi dari WNI.

“Apakah orang (WNI) yang menyediakan tempat itu terlibat tindak pidana ini? Apa hukum yang dilanggar tentunya hasil pemeriksaan akan menentukan,” ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya itu.

Didik juga memastikan pelaku kejahatan siber yang diamankan di Jakarta merupakan satu jaringan dengan pelaku yang digerebek di Surabaya Jawa Timur dan Bali. (mer/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini