Sidak TPS, KKP Temukan Ikan Impor Tanpa Ijin

SURABAYA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah kontainer ikan impor yang tidak memiliki izin sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Terminal Peti Kemas, Surabaya, Kamis (7/4).

Empat kontainer yang disidak diperkirakan menyimpan lebih dari 20 ton ikan yang sebagian besar berasal dari Negara Tiongkok dan Jepang. Sedangkan jenis ikan yang ditemukan dalam hasil sidak tersebut salah satunya ikan sarden.

Empat kontainer tersebut diketahui milik 3 perusahaan tanpa mengantongi ijin import. 3 perusahaan tersebut diantaranya PT Sari Laut Jaya, PT Jelajah dan PT Panca Mitra Multi Perdana. Selain itu, satu kontainer berisi ikan import yang tidak sesuai dengan dokumen resmi.

Dirjen Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan, Syahrin Abdurahman, menghendaki importir perikanan benar-benar taat kepada aturan agar tidak terjadi lagi peristiwa ditahannya kontainer ikan di sejumlah pelabuhan di Indonesia akibat melanggar aturan impor.

“Perusahaan importir harus lebih peduli terhadap aturan”, kata Syahrin.

Syahrin meminta kepada semua pihak agar lebih jeli dalam pengawasan masuknya import ikan, karena dikhawatirkan jika ada pasokan dari china atau jepang yang kemungkinan mengandung radiasi.

“Jika ikan ini sampai ke pasar bisa merugikan para nelayan. Sebab nelayan tidak akan mampu bersaing dengan harga ikan import”, lanjut Syahrin.

Diketahui, sidak ini berawal laporan dari Dinas Perikanan di Jawa Timur yang curiga terhadap kontainer berisi ikan yang tidak sesuai jumlah data yang masuk di kementrian perikanan dan kelautan.(bs/ara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *