Shinta Nuriyah: Aktivis Perempuan Tolak Prabowo Jadi Presiden

SURABAYA (suarakawan.com) – Ambisi Partai Gerindra menghantarkan Prabowo Subijanto sebagai Presiden pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 bakal menemui batu sandungan. Saat ini, muncul aksi penolakan aktivis perempuan terhadap mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus jika menjadi Presiden.

“Saya sudah omong-omong (bicara) dengan aktivis perempuan soal rencana pencalonan Prabowo. Ternyata mereka menolak,” kata istri mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Shinta Nuriyah kepada wartawan di Surabaya, Kamis (9/2).

Apa alasan yang membuat aktivis menolak Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra itu?. “Dimata aktivis perempuan Prabowo punya cacat ketika terjadi peristiwa 14 Mei 1998 lalu,” beber Nuriyah.

Saat ini, memang banyak tokoh yang bermunculan dan dikabarkan akan mencalonkan diri sebagai capres atau cawapres. Selain Prabowo, yaitu Aburizal Bakrie (Ketua Umum DPP Partai Golkar, Hatta Rajasa (Menteri Perekonomian), Mahfud MD (Ketua Mahkamah Konstitusi) dan Soekarwo (Gubernur Jatim).

Dari tokoh-tokoh tersebut, Nuriyah mengaku ada yang cocok. Namun, dia enggan menyebut nama tokoh itu. “Ada-lah. Nanti dulu, jangan sekarang. Sebenarnya saya ingin anak muda bisa tampil. Tapi, kayaknya yang muda tidak ada,” tuturnya.

Bagaimana dengan Muhaimin Iskandar?. Nuriyah sama sekali tidak tertarik dengan Ketua Umum DPP PKB itu. “Kalau ada yang mencalonkan Muhaimin jadi presiden terserah. Kalau saya sih tidak,” katanya enteng.

Wajar saja Nuriyah menolak Muhaimin untuk dicalonkan menjadi presiden. Sebab, sosok yang biasa dipanggil Cak Imin itu adalah musuh politik Gus Dur. Cak Imin dianggap punya andil besar dalam memecah belah PKB.

Bahkan, Cak Imin juga dianggap lawan PKBN yang tidak lolos sebagai peserta Pemilu 2014. “Ada unsur kesengajaan ketika PKBN dinyatakan tidak lolos. PKBN bisa dianggap saingan berat partai lain, terutama PD (Partai Demokrat,red),” tandasnya. (Bng/jto)

Keterangan foto: Shinta Nuriyah (tengah) diapit panitia Haul ke-2 Al Maghfurlah KH Abdurrahman Wahid dan Doa Untuk Negeri. (Bng)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *