Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Setrum 4 Siswa, Kepala SDN di Malang Dipecat

04 May 2017 // 14:42 // HEADLINE, PENDIDIKAN

unnamed (18)

MALANG (suarakawan.com) – Kepala SDN Lowokwaru 3 Kota Malang, Tjipto Yhuwono dipecat dari jabatannya sebagai kepala sekolah. Pemecatan itu buntut dari kasus penyetruman terhadap empat siswa yang dilakukan olehnya.

“Saya sudah memberikan sanksi kepada kepala sekolah bahwa beliau sekarang sudah tidak di sekolahan. Sudah diadministrasikan. Itu untuk mencegah hal-hal yang tidak dinginkan,” ujar Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji seusai pertemuan tertutup di SDN Lowokwaru 3, Kamis (4/5).

Meski dipecat dari jabatannya sebagai kepala sekolah, posisi Tjipto masih tetap sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebab, ada mekanisme tertentu yang mengatur pemecatan seorang PNS.

“Mekanisme nanti akan diatur. Dilihat tidak mungkin (dipecat sebagai PNS). Nanti dilihat kesalahan-kesalahannya. Tapi sekarang dibebastugaskan dan diadministrasikan,” tuturnya.

Menurut Sutiaji, pemecatan kepala sekolah merupakan keputusan tegas yang diambil Pemerintah Kota Malang.

“Artinya bahwa kami sudah dengan tegas melakukan itu,” katanya.

Sutiaji menjelaskan, niat kepala sekolah melakukan penyetruman sudah baik. Yakni untuk membina siswa dan meningkatkan daya konsentrasi siswa. Sayang, cara yang dilakukan oleh kepala sekolah sangat berisiko dan dapat mengganggu kondisi psikologi siswa.

“Apapun alatnya tidak boleh ada kekerasan fisik dan non fisik. Tidak boleh ada kekerasan pada psikis,” jelasnya.

Berita sebelumnya, Minggu (30/4) malam, RA salah satu siswa kelas VI di SDN Lowokwaru 3 Kota Malang mengaku disetrum oleh kepala sekolahnya, Tjipto Yhuwono.

Didampingi orang tauanya, Anita, RA mengatakan penyetruman itu membuat sejumlah organ tubuhnya ngilu dan mimisan.

Penyetruman dilakukan pada Selasa (25/4) dan berlangsung sekitar tiga menit. Ada empat siswa yang disetrum. Selain RA, juga ada MK, MZ dan MA yang mengalami hal yang sama. (kc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini