Setor 500 Juta, Batal Kelola Ponten Bungurasih

wc umum di terminal bungurasih

SURABAYA (suarakawan.com)-Polrestabes Surabaya sudah memanggil beberapa saksi kasus dugaan  Korupsi  pembayaran sewa dan restribusi tempat sarana umum (Ponten) di Terminal Bungurasih oleh  Kepala Dishub Surabaya, Eddy.

Berdasarkan sumber di Polrestabes Surabaya, yang telah dipanggil adalah H Subandi pemilik CV Sribayu selaku pengelola pertama ponten di Terminal Bungurasih yang berakhir pada April 2011.

Dan sumber ini mengatakan,Subandi ini mendapat informasi dari Bambang ( yang diduga Makelar) untuk memperpanjang ijin ponten tersebut.

“Keterangan Bandi jika ingin mendapatkan perpanjangan ijin pengelolaan harus membayar sekitar Rp 500 juta,” kata sumber ini.

Dari, lanjut sumber ini, uang Rp 500 juta tadi, Subandi menelepon ke Edy dan mengaku masih mempunyai Rp 300 juta dan Edy mengatakan ditransfer ke rekening Kelvin Sanjaya (teman dekat Edy). Dan sisanya dibayar 2 kali yang pertama berupa cek ke rekening sanjaya sebesar Rp 130 juta dan Rp 70 juta berupa uang tunai.

Tetapi setelah menyetorkan uang tersebut Subandi merasa diingkari, karena hak pengelolaannya berpindah ke orang lain.

Seperti diberitakan sebelumnya, Unit Pidana Korupsi (Pidkor) Sat Reskrim Polrestabes Surabaya akan menyelidiki dugaan  Korupsi  pembayaran sewa dan restribusi tempat sarana umum (Ponten) di Terminal Bungurasih oleh  Kepala Dishub Surabaya, Eddy.(Jto/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *