Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Sering Dipukul Orangtuanya, Dua Bocah Terlantar di Jalanan

22 May 2016 // 06:50 // HEADLINE, HUKUM & KRIMINALITAS, Orang Hilang

otista

JAKARTA (suarakawan.com) – Dua bocah menggelandang di Jalan Raya Otista, Jatinegara, Jakarta Timur. Keduanya mengaku kerap dianiaya oleh orangtua mereka.

Mereka adalah Dika berusia sekitar 5 tahunan dan adiknya yang berusia 2 tahunan. Mereka dibawa oleh Suku Dinas Sosial Jakarta Timur di Jalan Otista 3 Dalam. Sebelumnya, warga sekitar melihat keduanya menggelandang di jalanan Otista Raya selama 5 hari.

“Menurut warga sekitar, anak itu sudah 5 hari berada di daerah Otista. Akhirnya ada warga yang mau menolong untuk membawa anak tersebut ke Yayasan al-Muanah. Kemudian warga melaporkan kepada kami dan kami bawa ke panti untuk sementara,” kata Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur Benny Martha di Jakarta, seperti ditulis Minggu (22/5).

Ketika petugas menanyai asal-usul mereka, keduanya hanya terdiam. Namun saat ditanyai keinginan mereka untuk pulang, sang kakak menjawab tidak mau.

“Mereka tidak mau pulang karena ibu mereka jahat, dada dan pundak mereka sering dipukul,” beber Benny.

Oleh sebab itu, petugas Dinas Sosial Jakarta Timur membawa mereka ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Cipayung, Jakarta Timur.

“Nanti kalau ada keluarganya yang ingin membawa mereka, silakan ke panti untuk diambil dengan melengkapi persyaratan tertentu,” ujar Benny.

Namun, apabila tidak ada pihak keluarga atau wali yang membawa mereka dari panti sosial, maka kedua anak tersebut nantinya akan diserahkan ke Panti Asuhan untuk mendapatkan perawatan dan pelayanan.

“Mereka akan diberi kebutuhan dasar dan pendidikan mereka hingga Sekolah Menengah Atas (SMA),” pungkas Benny.? (lp6/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda






  • Terkini