Seorang Guru Amerika Kumpulkan Sumbangan Untuk Sekolah Jepang

Pelajar Jepang saat Gempa (ilustrasi)

SENDAI(suarakawan.com)-Seorang guru bahasa Inggris Amerika di sebuah sekolah menengah di Prefektur Miyagi telah mengumpulkan dana sumbangan untuk membangun kembali sekolah dasar yang rusak akibat tsunami setelah terjadinya gempa bumi besar pada bulan Maret.

Andras Molnar, 25, dari Pennsylvania, mengatakan bahwa meskipun ia meninggalkan kota Yamamoto pada bulan Agustus ketika kontrak mengajar berakhir, dia”berharap untuk tetap terhubung”dengan kota itu melalui dana.

Molnar, dari Pennsylvania, mengatakan ia tumbuh tertarik di Jepang melalui anime Jepang seperti Gundam dan menghabiskan satu tahun di negara itu sebagai mahasiswa sekolah tinggi dan kembali sewaktu di universitas. Dia datang ke Yamamoto, sebuah pantai Pasifik kota dengan penduduk sekitar 16.000, pada bulan Agustus 2009.

Dia bergaul dengan baik dengan masyarakat setempat melalui lingkaran drum dan hobinya berselancar. “Semua orang sangat terbuka, baik dan aku seperti mereka banyak,” katanya dalam bahasa Jepang.

Setelah kota itu ditelan oleh tsunami pada tanggal 11 Maret, dia tinggal selama di sekolah menengah selama satu minggu, sibuk memeriksa keberadaan murid-muridnya dan melakukan apa yang dia bisa di tempat penampungan evakuasi, katanya.

Dia kemudian pindah ke Tokyo untuk sekitar satu bulan atas saran orang tua dan teman-temannya. Tapi setelah mendapatkan email dari teman-temannya di Yamamoto bertanya tentang dirinya, ia bertanya-tanya mengapa ia tidak memberikan yang terbaik ketika semua orang di kota mereka melakukan yang terbaik, katanya. Dia kemudian kembali ke apartemennya di Yamamoto.

“Ini benar-benar baik bahwa saya kembali. Saya merasa didorong oleh anak-anak,” paparnya.

Melalui blognya, dia mengumpulkan dana bantuan di Jepang dan Amerika Serikat untuk membantu membangun kembali dua sekolah dasar di mana bangunan hancur oleh tsunami. (jt/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Seorang Guru Amerika Kumpulkan Sumbangan Untuk Sekolah Jepang"