Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Sensasi Sambal Kedondong Bikin Lidah ‘Terbakar’

17 Mar 2017 // 05:32 // KULINER

IMG_20170315_153438

SURABAYA (suarakawan.com) – Sambal pencit (mangga muda,red) mungkin menjadi salah satu sambal favorit bagi para pecinta kuliner pedas. Rasa asam berpadu pedas memberikan sensasi tersendiri. Sambal jenis ini banyak dijumpai dalam setiap suguhan menu penyetan. Lalu bagaimana dengan sambal kedondong? Sudahkah Anda pecinta kuliner pedas mencicipinya? Tak banyak memang tempat makan yang menyediakan sambal kedondong ini.

Di Surabaya, sensasi sambal kedondong dapat dijumpai di Sekarwangi Restaurant Hotel Santika Jemursari. Sambal kedondong tersaji bersama menu Layah Ombo, salah satu menu baru sekaligus andalan di Sekarwangi Restaurant. Layah Ombo atau cobek dalam bahasa Indonesia nya, berisikan potongan ayam goreng, tahu-tempe goreng, ikan goreng, udang goreng, bakso goreng, dan telur dadar goreng. Menambah nikmat ada pula tumis sayuran dan aneka lalapan. Dan yang tak kalah penting, suguhan sambal kedondong dengan sensasi pedas, asam, dan manis.

Menurut Radinia Pitaramita, Media Relation Hotel Santika Jemursari, menu Layah Ombo ini menjadi jawaban bagi masyarakat Surabaya yang cukup gemar akan masakan pedas terutama sambal.

“Masyarakat Surabaya sangat suka sambal dan kita ingin menyajikan suguhan yang berbeda dengan adanya sambal kedondong ini bersama menu Layah Ombo yang dalam bahasa Indonesia nya berarti cobek besar karena menu yang disuguhkan memang wah,” ujar wanita yang karib disapa Pipit ini.

Rondho Royal

IMG_20170315_145911

Dikenal dengan kuliner tradisionalnya, Hotel Santika Jemursari selalu menyuguhkan ragam kuliner asli Nusantara, salah satunya Rondho Royal yakni jajanan dari tape yang digoreng.

“Rondho Royal ini terbuat dari tape yang digoreng dengan tepung dan ada isian gula Jawa di tengahnya. Rondho Royal merupakan jajanan khas Yogyakarta,” jelas Nony Amartha, Pastry Chef Hotel Santika Jemursari.

Untuk minumannya, ada Wedang Jawi yang terbuat dari sari jahe dengan irisan lemon dan batang sereh. Rasanya hangat di tubuh dengan aroma sereh yang menenangkan. (bng1/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini