Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

*SEMUA SUDAH TELANJANG, APALAGI YANG KAU RAGUKAN KPK???*

18 Jul 2017 // 17:49 // OPINI

kpk2jg y

*Oleh* : *Nani Sudaryati.*

Tadi malam saya nonton di Kompas TV acara *”Aiman”*.
Dengan judul kalau tdk salah:

*”Menelusur Gurita Korupsi di Reklamasi”.*

Menarik, karena Aiman menggunakan helikopter, utk melihat pulau -pulau Palsu tersebut.

*Betapa miris bercampur sakit hati yg luar biasa, melihat bagaimana izin belum dipenuhi, namun bukan hanya reklamasi yg sebagian telah selesai, tapi bangunan -bangunan menjulang juga mulai terlihat dibangun.*

Empat 4 pulau yg dikelola *Agung Podo Moro*, yg sdh nampak masih pembangunan-nya, ternyata *baru mengantongi izin Ahok*, tapi belum ada izin Amdal dan juga izin dari pemerintah pusat.

Yg gila, ada 2 dua pulau ( Pulau C dan D kalau tdk salah ) milik *Agung Sedayu ( Aguan dan TW)*.

Ternyata sama sekali belum ada izinnya, tapi super anehnya bukan hanya reklamasi yg sdh selesai, tapi juga mulai dibangun ruko-ruko dan bangunan lainnya.

Saat Aiman mewawancarai Ketua Bapeda seorang perempuan ( saya lupa namanya), *dia mengakui bahwa yg 4 empat Pulau yg dibangun Agung Podomoro ( APL), masih dalam tahap sengketa, menunggu keputusan dari sidang gugatan WALHI ke PTUN.*

Sedangkan yg 2 dua pulau punya Aguan jelas -jelas ilegal, karena tdk ada izin sama sekali.

Ketika Aiman bertanya: mengapa Pemda melakukan pembiaran perusahaan membangun tanpa izin, Ketua Bapeda sambil terbata -bata mengatakan, bahwa: Pemda sdh mengingatkan.

Aiman tanya lagi, mengingatkannya dari kapan ?, “dari tahun lalu jawab Ketua Bapeda”.

*Bayangkan saudara-saudara sekalian, betapa hancurnya seluruh sistem aturan, uu dll termasuk wibawa pemerintah, kalau sudah menyangkut HASRAT KONGLOMERAT*.

Bayangkan…
*tanpa izin pun, konglomerat dibiarkan mereklamasi, dan sekaligus membangun gedung, dan rumah supermewah di atasnya*.

*Bandingkan dg rakyat yg disebut menempati tanah negara, meski sdh menghuni puluhan th hanya dianggap sampah, digusur begitu saja tanpa ampun, dengan melibatkan tentara dan polisi.*

Lalu kenapa KONGLOMERAT China itu, tanpa izin pun bisa membangun di LAUT MILIK NEGARA ?.

Mengapa mereka hanya diberi peringatan…..?, mengapa DKI tdk berani mendatangkan Polisi dan Tentara utk membongkar, layaknya mereka menggunakan polisi dan tentara, mengusir rakyat yg dituduh menempati tanah negara secara ilegal…. ???!!!.

KPK…
Kalau kalian melihat kolusi gila ini, dan nanti mengatakan: tidak ada NIAT JAHAT Gubernur…?.

Maka, sumpah demi Allah SWT…
Saya dan rakyat yg waras, ga rela, tdk ikhlas uang pajak yg kami bayar, utk menggaji kalian…!!!.

Kalian KPK…
Makan dan menafkahi anak istri dan keluarga…
Dari *hasil tivu-tivu dg kerja hsl yg HARAM*.

*Nanik Sudaryati*
*INFO INI DISIARKAN OLEH KOALISI RAKYAT ANTI REZIM DHOLIM*.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini