Semester 1 2011, Curas Mendominasi Kriminal Di Jatim

gedung Polda Jatim

SURABAYA(suarakawan.com) – Enam bulan pertama Januari-Juni  kasus  pencurian dan kekerasan (curas) mendominasi crime indeks semester pertama tahun 2011 di jajaran Polda Jawa Timur. Khususnya pelaku bersenjata api (senpi) menempati peringkat pertama catatan Polda Jatim.

Dari statistik crime indeks yang dilansir Polda Jatim, Sabtu (02/07), menunjukakan angka trend 380,64 persen. Asumsinya, dari 22.259 jumlah kasus terdapat 470 laporan dan 1789 penyelsaian kasus.

Sementara trend crime indeks di Tahun 2010, lebih didominasi –untuk kasus tiga cepu (curat, curas, curanmor)— kasus pencurian dan pemberatan (curat). Trend angka mencapai 56,84 persen dari 447 kasus. Kasus curas bertengger diurutan kedua dengan prosentase angka 43,90 persen dari total 59 kasus. Sedangkan pencurian bermotor (curanmor) berada di urutan ketiga (12,12 persen dari total 185 kasus).

Berbeda dengan Tahun 2011, untuk kasus curanmor mencapai 12,22 persen dari total jumlah 4.136 kasus, berada tepat di bawah kasus curas dan di posisi ketiga ditempati kelompok curat dengan 6,97 persen (total jumlah
6.045 kasus).

“Interprestasi meningkat  bukan berarti tindak kejahatan meningkat, tapi bisa disebabkan kesadaran masyarakat yang meningkat. Masyarakat mulai sadar untuk laporan ke polisi,” ungkap Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Untung S Rajab.

Untung menambahkan bisa juga disebabkan operasional polisi yang meningkat. “Untuk itu, polisi harus bisa bersikap humanis kepada masyarakat agar warga semakin sadar terhadap tindak kriminalitas,” tambah Alumni Akpol’77 ini.

Selain itu, dominasi kasus curas di Tahun 2011, rata-rata terjadi di kota-kota besar, sebagai sentralnya adalah Surabaya, untuk wilayah Jawa Timur. Terutama untuk pelaku-pelaku bersenpi yang kerap kali beraksi di kota besar, petugas wajib menindak tegas pelaku-pelaku kambuhan yang tidak mau tunduk pada hukum serta membahayakan keselamatan polisi.

Dua kasus besar di Surabaya misalnya. Awal Bulan Juni lalu, empat pelaku bersenpi menggunakan Avanza Hitam Nopol W 1742 AQ. Karena mengancam nyawa petugas saat hendak ditangkap, terpaksa keempat pelaku perampokan emas 100 gram tersebut, ditindak tegas alias tembak ditempat. Pertengahan Juni, kasus perampokan bersenpi dilakukan enam orang juga terjadi di Kantor Yayasan Merlion Internasional School Jalan HR Muhammad No 371.

Dari kasus dua  cepu ini, sederetan kasus juga menjadi perhatian petugas di Tahun 2011. Anirat mengalami trend indeks sebesar 79,34 persen, kebakaran (80), pembunuhan (61,84), pemerasan (109), perkosaan (59,09), perjudian (104,59) dan kasus peredaran uang palsu tercatat 85,71 persen.

“Secara umum situasi Kamtibmas Jatim Kondusif,”tambah Irjen Pol Untung S Rajab.(Wis)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Semester 1 2011, Curas Mendominasi Kriminal Di Jatim"