Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Sejarah Baru, Polisi Putra Papua Jadi Ajudan Presiden

16 Aug 2017 // 18:35 // HEADLINE, POLITIK & PEMERINTAHAN

kombes-jhonny-edison-putra-papua-pertama-jadi-ajudan-presiden

JAKARTA (suarakawan.com) – Mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Johnny Eddizon Isir dipercaya menjadi ajudan Presiden Joko Widodo. Dia merupakan putra Papua.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan, Johnny dipilih sebagai ajudan Presiden menjadi prestasi tersendiri, karena dia lah putra Papua pertama dalam sejarah yang menjadi ajudan Presiden.

“Ini pertama dalam sejarah, putra asal Papua dipercayakan menjabat sebagai ajudan Presiden RI Joko Widodo,” kata Rikwanto, di Jakarta, Rabu (16/8).

Johnny menyandang gelar Adhi Makayasa atau lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) 1996. Prestasi ini juga merupakan yang pertama bagi putra Papua di Bumi Magelang, Jawa Tengah.

Johnny juga pernah menjabat sebagai Kapolres Manokwari. Setelah itu, dia dipercaya menjabat Wakil Direktur Reskrimum Polda Banten dan Dosen Utama STIK-PTIK dan Direktur Reskrimsus Polda Riau.

Rikwanto mengungkapkan, terpilihnya Johnny sebagai ajudan Presiden Joko Widodo tak lepas dari peran Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Kapolri, sambung dia, merekomendasikan nama Johnny kepada Presiden Joko Widodo.

“Rekomendasi dari Kapolri. Karena Presiden melihat Pak Tito punya Sespri orang Papua, dan Presiden ingin juga seperti Pak Tito. Setelah magang 2 minggu di Istana, lalu diterima untuk jadi ajudan Presiden,” tutup Rikwanto.(lp6/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini