Sebelum Lakukan Aksi Dibubarkan Polisi

Sri Bintang PamungkasJAKARTA- Sebanyak 100 personil polisi, aparat gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polrestro Jakarta selatan, menggerebek markas Kelompok Guntur 49. Di jalan Guntur no 49, Menteng, Jakarta Selatan, siang tadi (08/05).

“Kita rencananya akan melakukan aksi ke senayan, menentang penandatangan Mou ACFTA, pada KTT ASEAN, dan sewaktu kita keluar dari jalan Guntur, kami dihadang aparat bersenjata lengkap,” kata Sri Bintang Pamungkas, Koordinator Aliansi Rakyat Bergerak, saat dihubungi suarakawan.com, sore tadi (08/05).

Ada, lanjutnya, 5 orang kawan-kawan aktifis yang ditangkap polisi, yakni Adi Bunardi, Monalisa, Muslim Arby,Erian, dan Muksin.

“Kami sudah lakukan advokasi terhadap mereka yang ditangkap,” imbuhnya.

Para aktifis ini,  akan melakukan aksi menolak liberalisasi perdagangan atau Free Trade Agreement (FTA), yang Mounya akan ditandatangani pada KTT ASEAN, yang dilangsungkan di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta ini.

“FTA  adalah proyek pencitraan SBY untuk dunia Internasional, tapi sebetulnya RI belum siap untuk melaksanakannya,” tegas Aktifis yang dipenjara pada rezim Soeharto ini.

Sementara itu, dalam aksi pembubaran ini , polisi melanggar pasl 28 UUD 45 dan UU 9/1998 tentang menyampaikan pendapat di depan umum.(jto/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *