Satgas TKI Harus Belajar Ke Filiphina

Tidak ada komentar 12 views

SURABAYA (suarakawan.com) – Agar tidak terulang kejadian kekerasan kembali pada TKI, Satuan Tugas (Satgas) TKI bentukan pemerintah Indoensia harus meniru Filiphina. Sebab, di negara tersebut Satgasnya mengatur dengan detail masalah buruh migran mulai dari perlindungan hingga pasca kerja di luar negeri.

Hal ini ditegaskan oleh Manejer Program Migrant Institute, Ali Yasin saat dihubungi melalui telepon selularnya, Jumat (24/06).

“Entah apa namanya lembaga itu, tapi kita menyebutnya Satgas. Mereka bekerja sangat profesional sehingga buruh migran dari Filiphina terjamin,” katanya.

Menurutnya, selain memberikan jaminan perlindungan kepada buruh Migran, lembaga ini juga bekerja mengatur dana pensiunnya. Intinya, lembaga bentukan pemerintah itu sangat pro dengan para buruh migrant bukan hanya dengan Devisa yang dihasilkan.

Ali menilai, Satgas TKI bentukan pemerintah ini belum bisa dikatakan
efektif atau tidak. Sebab, lembaga itu masih baru dan belum ada implementasinya. Pembentukan satgas TKI ini juga dinilai terlambat dan merupakan bentuk keresahan yang berlebihan oleh pemerintah.

“Bisa jadi Satgas TKI ini akan menjadi batu ujian komitmen oleh Presiden dalam permasalahan TKI yang selama ini banyak dirundung masalah,” katanya.

Sementara terkait TKI yang terancam hukum pancung, Ali meminta pemerintah harus lebih bernyali terutama kepala negara. Karena persoalan ini menyangkut hubungan bilateral dengan jalur diplomasi. Dalam diplomasi tersebut, ia yakin pemerintah Arab Saudi tidak akan mau menerima jika yang datang berdiplomasi adalah sekelas Menteri atau lembaga lain.

“Presiden sendiri yang harus turun tangan dalam berdiplomasi jangan meminta lembaga lain karena ini adalah urusan hukum di negera lain. Contohlah almarhum Gus Dur yang dulu pernah membela TKI yang akan dihukum pancung,”ujarnya. (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Satgas TKI Harus Belajar Ke Filiphina"