Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Sarapan Pagi Dianggap Penentu Keberhasilan, Ini Alasannya

12 Nov 2016 // 09:56 // HEADLINE, KARIR

images

LOS ANGELES (suarakawan.com) – Jika kita perlu mempengaruhi seseorang di dunia bisnis, kita kemungkinan kehilangan waktu terbaik dalam sehari jika kita hanya melakukannya saat minum-minum, makan malam atau makan siang.

Bagi Ryan Estis, makan pagi bukan hanya makanan paling penting dalam sehari, ini adalah juga rapat paling produktifnya.
Tanpa alkohol yang disediakan saat makan malam atau hingar-bingar layanan makan siang, sarapan pagi adalah rapat yang paling disukai Estis, seorang pelatih dan pembicara kepemimpinan, dalam dua tahun terakhir.

Untuk memaksimalkan waktunya, dia mengunjungi rumah makan di mana dirinya dapat memesan langsung dari kasir, meskipun makanan tetap diantar ke meja, dan melanjutkan rapat sampai 45 menit. Estis menghabiskan 15 menit bermeditasi dan minum kopi sebelum meninggalkan rumah.

“Saya mendapatkan kafein dan fokus,” katanya.

Estis nyaris tidak melakukan rapat makan malam atau ‘happy hours’ yang membuatnya harus menambah dua jam kerja. Dan seringkali dia merampungkan bisnis yang sangat penting sebelum jam 09.00.

“Dengan melakukan (rapat) makan pagi jam 07.00, saya dapat bertahan sepanjang pagi,” kata Estis yang berkantor di Minneapolis, Amerika Serikat.

Sebagian besar dari kita sulit meninggalkan pekerjaan saat tengah hari. Para ahli produktivitas mendorong kita untuk memusatkan perhatian pada satu pekerjaan. Dan yang lebih utama lagi, orang-orang yang menyukai rapat makan pagi mengatakan hal ini mendukung bisnis penting.

“Tidak adanya alkohol menciptakan cara berpikir yang berbeda,” kata Laura Vanderkam, warga Amerika penulis What the Most Successful People Do Before Breakfast. “Orang lebih memusatkan perhatian pada bisnis.”

Tetapi bukan hanya terkait efisiensi. Pertemuan setelah jam kerja “berdasarkan model kerja masa lalu,” kata Vanderkam. “Perempuan terutama mempertanyakan bahwa harus ada orang di rumah yang menyediakan makan malam dan saat tidur agar kita dapat bebas ke luar.”

Rapat makan pagi akan menghasilkan proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan efisien. Bertie Stephens, pendiri pasar online Flubit di London, mendapatkan pendanaan £1 juta atau Rp16 miliar dari penanam modal baru di tahun 2015 setelah rapat makan pagi satu jam.

Dia menjadi seseorang yang melakukan rapat penting di pagi hari. Stephens yakin langkanya kelelahan pengambilan keputusan saat pagi hari berperan dalam proses pengambilan kesepakatan. Sekarang dia lebih menyukai rapat makan pagi saat berunding.

“Saat makan pagi, orang belum dibebani berbagai masalah hari itu,” kata Stephens.

Selain lebih mudah menyisipkan acara dalam jadwal seseorang dibandingkan setelah pagi atau sehabis jam kerja, rapat makan pagi masih tidak banyak digunakan sebagian besar dari kita, kata Vanderkam.

Rapat “dapat terjadi lebih cepat dan lebih kecil kemungkinan dibatalkan karena pekerjaan atau tugas lain, hal tersebut lebih kecil kemungkinan terjadinya pada jam 07.00,” katanya.

Rapat yang bertujuan untuk mengambil keputusan bisnis penting cenderung diuntungkan rapat pagi. Tetapi terdapat sejumlah rapat yang lebih baik dilakukan malam hari. Pertemuan untuk membina hubungan adalah salah satunya yang dilakukan Estis setelah pagi hari. Hubungan seperti itu lebih mudah dilakukan saat happy hours atau makan malam, di mana orang lebih santai,” tambah Estis.

“Jika ada alkohol, kita tidak melakukan pekerjaan yang sebenarnya,” tambah Estis.

Sebagian besar rapat makan pagi selesai dapat waktu kurang satu jam, maka lebih baik untuk merencanakannya sampai rinci. Joanna Lau, pendiri perusahaan pembuat tas Jemma di New York, tidak melakukan rapat tanpa persiapan. Dia melakukannya agak lebih siang. Pada umumnya rapat Lau dimulai pada jam 09.00, yang memungkinkannya bekerja dari rumah sekitar satu jam sebelumnya dan membuat rekannya tidak terlambat.

“Sebelum setiap rapat saya cenderung melakukan sedikit persiapan tentang apa yang akan saya bicarakan, saya menciptakan daftar di kepala,” katanya. Berbeda dengan makan siang atau happy hours, kuncinya adalah membiarkan orang lain mengetahui batas waktu karena kita semua harus melakukan hal-hal lain.

Untuk mengurangi waktu perjalanan, pilihlah rumah makan yang memudahkan berbagai pihak yang mampu dijadikan tempat rapat makan pagi. Cari tempat di mana meja-mejanya berjarak dan memiliki wifi untuk laptop kita.

Hal ini, ditambah staf yang bersedia menghangatkan kopi, akan memastikan terjadinya pertemuan yang lancar, kata Sonja Vodusek, pimpinan Peninsula Tokyo yang menyediakan makan pagi Jepang, Cina dan kontinental.

Mereka mengharapkan restoran tidak terlalu berisik saat pagi hari, tambahnya. Lebih 90% tamu hotel menggunakan ruang lobi untuk rapat makan pagi, hotel juga mengalami peningkatan penggunaan oleh bukan tamu hotel yang melakuan rapat bisnis dalam beberapa tahun terakhir.

Tetapi rumah makan bukanlah suatu keharusan. Karena sebagian peserta masih belum terbangun sepenuhnya, maka makan di luar atau berdiri dekat bar espresso, bukannya duduk, dapat juga menjadi cara untuk menciptakan makan pagi yang lebih bersemangat, kata Stephens.

“Jika kita bersemangat, orang-orang lain akan terpengaruh,” katanya.(bbc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda






  • Terkini