Sanksi 3 Komisioner KPU Jatim Dicabut

Tidak ada komentar 7 views

SURABAYA (suarakawan.com) – Tiga Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim yang dinonaktifkan, sudah bernafas lega.

Terhitung Rabu (14/08), mereka sudah mulai melaksanakan tugasnya masing-masing sebagai komisioner KPU Jatim.

Ketiga anggota KPU Jatim itu, Agus Mahfudz Fauzi, Agung Nugroho dan Nadjib Hamid. Mereka diberhentikan sementara oleh DKPP dalam sidang dugaan pelanggaran kode etik karena tidak meloloskan salah satu bakal pasangan calon.

Keputusan mengembalikan fungsi beserta wewenang ketiga komisioner KPU Jatim berdasarkan Surat Keputusan KPU RI nomor 653/KPTS/KPU/2013 tertanggal 14 Agustus 2013 tentang Pengaktifan kembali anggota KPU Jatim.

“Benar, kami sudah menerima salinan surat keputusan dari KPU RI yang menerangkan pengaktifan kembali ketiga komisioner usai diberhentikan sementara oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP),” kata Ketua KPU Jatim Andry Dewanto Achmad, Kamis (15/08).

Di samping SK itu, KPU RI juga mengeluarkan SK Nomor 654/KPTS/KPU/2013 tertanggal 14 Agustus 2013 tentang tentang Pemulihan Tugas, Wewenang dan Kewajiban KPU Jatim. Dengan demikian, saat ini jumlah komisioner KPU Jatim kembali diisi 5 orang.

Mereka dijadwalkan menggelar pleno pertama hari ini membahas formulir C1 yang dipermasalahkan pasangan calon Khofifah Indar Parawansa-Herman S. Sumawiredja.

“Selama ini kami tidak bisa menggelar pleno karena anggotanya tidak kuorum. Sekarang kami bisa kembali bekerja sama dan bersinergi menyelenggarakan Pilkada Jatim,” ujarnya.

Salah satu komisioner, Agus Mahfudz Fauzi mengaku sudah menerima salinan pengaktifannya kembali sebagai anggota KPU Jatim pada hari ini, sekitar pukul 06.15 WIB.

“Kami sudah menerima surat keputusannya pagi tadi. Hari ini juga ada pleno membahas formulir C1, C2, D1, dan D2,” ucapnya ketika dikonfirmasi melalui ponselnya.

Selama dinonaktifkan, Agus mengaku tidak lantas diam dan melupakan urusan pekerjaannya. Mantan anggota KPUD Ponorogo tersebut terus mengikuti perkembangan yang terjadi menghadapi Pilkada Jatim pada 29 Agustus mendatang.

Dia berharap, sebagai penyelenggara Pemilu, lembaganya bisa bersama-sama dan bersinergi menciptakan pesta demokrasi yang bekerja sesuai aturan berlaku. Tidak itu saja, Agus mengaku meminta semua tim pasangan calon untuk bekerja sama dan membantu penyelenggaraan Pilkada yang bersih dan jujur.

Sehingga, apapun hasil Pilkada nantinya tidak ada yang dipersoalkan karena semua pihak ikut mengaturnya. “Semisal persoalan daftar pemilih tetap (DPT). Kami berharap empat tim sukses pasangan calon bisa membantu dan mengawasinya. Sehingga bisa bekerja sama dan tidak dipermasalahkan,” jelasnya. (Bng/era)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Sanksi 3 Komisioner KPU Jatim Dicabut"