Sandiaga Uno: Paradoks Indonesia Kaya SDM, Tapi Apa – Apa Mahal

SURABAYA (suarakawan.com) – Indonesia adalah sebuah paradoks karena punya segalanya masih saja mahal di negeri sendiri. Bahkan untuk garam saja masih harus impor dari luar negeri, nampaknya kita berjalan di jalan yang salah. Demikian kata Sandiaga S. Uno saat Dialog Bisnis yang bertajuk Kejayaan Saudagar Muslim Adalah sebuah Keniscayaan, di Hotel Singgasana , Sabtu (03/03).

“Banyak keanehan yang terjadi di Indonesia, contoh lainnya di dunia pendidikan di Indonesia yang cukup tinggi tapi kita jarang melahirkan apa yang diharapkan,” kata Sandiaga S. Uno.

Sandiaga mencontohkan masalah Mobil EsEmKa yang beberapa bulan lalu di elu elu kan, namun kemarin saat tidak lolos uji emisi malah di cemooh oleh masyarakat. Jika sudah demikian bagaimana Indonesia bisa bersaing di dunia global.

“Padahal diprediksi ekonomi Indonesia bisa menempati urutan ke 5 di tahun 2020, jadi mulai sekarang kita harus bisa bersaing dengan pasar asing yang mulai membanjiri Indonesia,” tambahnya. Oleh karena itu dalam dialog yang sekaligus acara Silaturahmi Kerja Wilayah Ikatan Cendikawan Muslim se- Indonesia (ICMI) ini, Sandiaga ingin membuat lebih banyak lagi pengusaha yang tercipta dan bergabung.

Diakhir dialognya Sandiaga memberikan tips usaha sesuai dengan kaidah Islam yaitu jujur, trush, tegar, tawakal dan rahmatal lil alamin. (din)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Sandiaga Uno: Paradoks Indonesia Kaya SDM, Tapi Apa – Apa Mahal"