Samsul: Dari Hoby Memelihara Ular Hingga Menjadi Peternak Tikus Putih

SIDOARJO (suarakawan.com) – Tikus disebagian masyarakat adalah hewan yang menjijikan, tetapi lain dengan M Samsul pria asal Wedoro, Waru, Sidoarjo ini justru memeliharanya hingga menjadi peternak tikus.

Jenis tikus yang dipelihara oleh bapak dua anak ini yakni jenis tikus putih yang sering dibuat praktikum oleh dokter dan farmasi.

Saat ditemui di rumahnya di Wedoro Gg masjid 20 D, Samsul beserta anak buahnya sedang asyik memilah – milah tikus yang akan dikirim kepada pemesan.

Ia menceritakan, awalnya dia hanya hoby memelihara reptil dan fauna lainnya, tikus tadi untuk pakan ular phyton atau sanca yang dipeliharanya dan dikembangbiakkan, karena banyaknya pemesan dia akhirnya juga memelihara tikus putih ini. Di tempatnya ada dua jenis tikus putih yakni jenis Rat dan Mencit, bedanya jenis Rat besarnya mencapai tikus selokan atau hampir sebesar kelinci lokal. Dan kalau Mencit seperti tikus Piti, kecil seperti Hamster. Keduanya berwarna Putih.

“Kedua jenis ini bisa dijadikan hewan percobaan dan pakan reptil jenis ular,” katanya, Minggu (26/02).

Menurutnya, tikus yang siap panen untuk jenis Rat beratnya antara 150-200 gram dan untuk jenis Mencit berat berkisar 20-25 gram. Mengenai harga jualpun tak jauh untuk merogoh kocek, Samsul mematok dengan harga jenis Rat sekitar Rp 15-20 ribu per ekor dan Mencit Rp 5 -10 ribu per ekor.

Diketahui Samsul adalah pendiri Fauna Alam Nusantara, selain menjadi peternak tikus putih, dia adalah aktifis pemelihara reptil jenis ular pyton atau sanca. di rumahnya dia bersama dengan aktifis FAN lainnya juga membuka sekolah kepribadian hewan.

“Kita juga membuka kelas kepribadian hewan, dari hewan yang liar kita akan poles menjadi hewan yang jinak,” tutupnya.(din/jto)

Keterangan Foto: Samsul Lagi memilah Tikus Untuk Dikirim ke Pemesan.(ist)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Samsul: Dari Hoby Memelihara Ular Hingga Menjadi Peternak Tikus Putih"