Sampah di Bali Jadi Sorotan Media Internasional

DENPASAR (suarakawan.com) – Menjadi tempat tujuan wisata bagi banyak orang, Bali menghadapi masalah pencemaran yang cukup memprihatinkan. Sampah, “keadaan darurat sampah” tidak hanya mengancam dan buruk untuk liburan tapi juga kesehatan, tulis beberapa media online internasional.

Gambar peselancar dan perenang yang dikelilingi oleh limbah mengambang di perairan yang dulu memikat, atau tumpukan sampah di pasir pantai Bali secara teratur menunda orang-orang yang sedang mencari tempat liburan yang sempurna.

Baru-baru ini, pejabat di Bali telah mengumumkan “situasi darurat,” lapor AFP. Ini mempengaruhi tujuan populer di Bali seperti pantai Kuta, Seminyak dan Jimbaran.

“Saat saya mau berenang, itu tidak terlalu bagus. Saya melihat banyak sampah setiap hari, setiap saat, “kata seorang turis Austria kepada kantor berita tersebut, menambahkan,” Selalu datang dari lautan. Benar-benar mengerikan. ”

“Tidak ada yang mau duduk di kursi pantai yang bagus dan menghadapi semua sampah ini,” kata turis lain dari Jerman.

Hampir 1,3 juta ton sampah laut diproduksi oleh Indonesia setiap tahunnya, menurut AFP. Indonesia merupakan penyumbang terbesar kedua di dunia untuk limbah berbahaya setelah China.

Pihak berwenang mencoba menangani masalah sampah, mengerahkan mesin berat dan membersihkannya namun plastik dan kotoran lainnya tetap muncul.

Situasi semakin memburuk selama musim hujan, ketika lebih banyak sampah terbawa dari darat dengan angin kencang dan sungai yang meluap.

“Sampah secara estetis mengganggu wisatawan, tapi masalah sampah plastik jauh lebih serius,” kata Gede Hendrawan, peneliti kelautan dari Universitas Udayana Bali.

Sampah plastik dapat meningkatkan risiko banjir, dan sangat berbahaya bagi hewan laut yang menelan atau terjebak olehnya, sampah-sampah ini juga dapat menyebabkan berbagai penyakit pada manusia.

“Mikroplastik bisa mencemari ikan yang jika dimakan manusia, bisa menyebabkan masalah kesehatan termasuk kanker,” kata Gede Hendrawan.(viv/rur

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Sampah di Bali Jadi Sorotan Media Internasional"