Sales Asuransi Nyaris Diperkosa Nasabah

Tidak ada komentar 13 views

SURABAYA (suarakawan.com) – Seorang sales marketing sebuah perusahaan asuransi, Mira Safira (29), warga Jl. Semolowaru Tengah, menjadi korban kebiadaban nasabahnya sendiri, Yogy (29), warga Jl. Mandalasari V, Renon Denpasar, yang sekaligus teman kuliahnya dulu.

Mira mengaku akan diperkosa oleh Yogy namun berhasil melarikan diri dan kemudian melapor ke Polsek Gubeng.

Bukan hanya itu, selama dalam percobaan perkosaan oleh pelaku di Hotel Istana Permata, korban mengalami penyiksaan batin yang sangat sadis. Anak semata wayangnya juga diancam akan dibunuh.

“Tengkuk kepala korban dikepruk asbak sebanyak dua kali hingga tempat rokok itu terbelah berkepingp-keping. Selain itu, korban juga dipaksa meminum obat penenang (pil) yang larutkan air mineral dan soft drink agar korban terangsang,” ungkap Alfian Nurrizal, Kapolsek Gubeng, Minggu (19/2) kemarin.

Beruntung korban yang jebolan psikologi universitas perguruan tinggi swasta terkemuka di kawasan Surabaya Timur tersebut berhasil mengelabuhi pelaku dengan berpura-pura pergi ke kamar mandi.

Kesempatan inilah kemudian dipergunakan korban untuk melarikan diri. Dan selanjutnya naik bemo ke Polsek Gubeng dan melaporkan perbuatan tersangka. Mendengar kesaksian korban, polisi tidak menunggu lama dan bergerak memburu pelaku dengan cara memancingnya untuk janjian di suatu tempat. Termasuk melacak pelaku hingga ke Bandara Juanda guna memastikan pelaku tidak kabur ke Balikpapan.

Dan ternyata cara itu cukup ampuh, pelaku berhasil terpancing dan sampai pada akhirnya polisi meringkusnya di tempat pemakaman umum Jl. Krukah. “Pancingan polisi ini sempat diketahui oleh tersangka. Bahkan anggota sempat saling kejar-kejaran dengan tersangka, tetapi berkat kesigapan anggota saya dia berhasil kami ringkus,” tandas Kapolsek.

Dalam pemeriksaan, pelaku yang sehari-hari ikut kakaknya di kawasan Benowo Tegal itu berterus terang jika niatnya hendak memperkosa korban. Caranya, dengan memberinya minuman yang telah dicampur obat penenang. Rencananya setelah korban tidak berdaya, akan ditiduri di hotel bertarif Rp 130 ribu itu. “Niat ini sudah saya rencanakan dua hari sebelumnya”, akunya.

Setelah semua rencananya matang, barulah dia menghubungi korban dengan berpura-pura bahwa ada seorang temannya yang akan menjadi nasabahnya. Merasa mendapatkan nasabah, korbanpun percaya terlebih yang meminta adalah teman semasa kuliahnya dulu.

Akan tetapi niat busuknya itu berhasil diendus oleh korban dan menolaknya. Atas penolakannya itu, membuat pelaku emosi. Apalagi mengetahui korban hendak pergi meninggalkan hotel. Tanpa banyak cincong, pelaku langsung mengambil asbak di meja dan dikeprukkan ke bagian tengkuk korban sebanyak dua kali yang menyebabkan korban pingsan.

Ketika pingsan itulah, korban lalu diseret ke atas tempat tidur lalu dibekap menggunakan bantal. Beruntung korban cepat siuman lalu berusaha merebut bantal dari tangan pelaku hingga robek. Dengan ilmu psikologi yang dipunyai, korban akhirnya berhasil merayu pelaku dan setelah lengah, ia pamitan ke kamar mandi lalu kabur. “Saya sebenarnya suka dengan korban,” aku Yogy yang di DO oleh kampusnya di semester 14 itu. (sk/jto)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Sales Asuransi Nyaris Diperkosa Nasabah"