Sakit Hati Dipecat Sepihak,Deni Kirim SMS Teror Bom

tersangka peneror sms bom

SURABAYA (suarakawan.com) – Deni Yusdianto namanya, pemuda 21 tahun warga Jl Sanimbar, Sidoarjo ini harus berurusan dengan pihak berwajib akibat ulahnya. Tak main-main, Deni dijerat dengan pasal 6, 7 UU.RI no 15 tentang pemberantasan terorisme dan diancam kurungan 4 tahun terkait ulahnya mengirim sms teror.

Diceritakan, usai dipecat dari Firt Kuwaiti Trading Company (FKTC) tempat Ia bekerja sebagai K3, Deni pun menaruh dendam terhadap managemen tempatnya dulu bekerja dan melampiaskan amarahnya dengan mengirim pesan singkat atau short message service (SMS) berisi ancaman bom yang ditujukan ke gedung baru Konsulat Jenderal Amerika Serikat (Konjen AS) di Perumahan Citraland dan ke Narasiah Narasapuram, staf keamanan konjen pada, Senin (04/07) hingga Jumat (15/07).

Tak mau ambil pusing dengan ancaman yang menjadi hal yang serius bagi keamanan wilayah ekstrateritori milik pemerintah AS itu, Narasiah melaporkannya ke Polrestabes. Terlebih, setidaknya 23 kali ancaman bertuliskan ‘BOM’ dikirim ke ponselnya.

“Ancaman itu memang sangat sensitive apalagi ditujukan ke objek vital seperti konjen sebuah negara. Karenanya, ancaman via SMS tersebut langsung dilaporkan kepada kami,” tutur Kompol Suparti, Humas Polrestabes Surabaya saat rilis, Selasa (19/07) siang tadi.

Suparti mengatakan, sejak diterimanya pesan singkat itu, pihak konjen sempat panik. Namun, mereka memilih menutupi ancaman itu agar tidak menyebar ke masyarakat, lebih-lebih penghuni perumahan elite Citraland.

Bahkan petugas keamanan konjen sempat menyisir lokasi. Namun, beberapa kali mengecek seluruh bagian proyek pembangunan, petugas tidak menemukan benda mencurigakan.

“Baru setelah dilakukan penyelidikan oleh Unit Kejahatan Umum (Jatanum) Polrestabes Surabaya, tersangka berhasil diringkus hanya dalam waktu satu hari,”pungkas Suparti.

Sementara itu, kepada wartawan Deni mengaku mengirim sms tersebut sebab merasa jengkel dengan pemecatan dirinya.

“Saya jengkel karena dipecat sepihak. Makanya, saya mengirim SMS itu untuk membalas dendam. Tapi saya sendiri tidak menyadari akhirnya bisa sampai seperti ini,” ujarnya dengan nada menyesal.

Kini, nasi sudah menjadi bubur. Niatan menebar ancaman via sms itu berbalik menjeratnya dengan UU Teroris.(bs/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Sakit Hati Dipecat Sepihak,Deni Kirim SMS Teror Bom"