Sakit, Dharnawati Batal Bersaksi untuk Nyoman

JAKARTA (suarakawan.com) – Sedianya Terpidana Terpidana kasus suap Dana Percepatan Pembangunan Insfrastrutur daerah (DPPID) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), Dharnawati, hari ini Senin (27/02) menjadi saksi bagi terdakwa, I Nyoman Suisnaya. Namun karena mengaku diserang hipertensi Dharnawati pun batal bersaksi di persidangan dengan terdakwa I Nyoman Suisnaya.

“Saya sebenarnya sedang tidak sehat Yang Mulia, hipertensi. Tadi sudah dikasih obat oleh dokter dari penuntut umum ditunggu, sampai sekarang belum sembuh, saya sekarang malah blank,” kata Dharnawati menjawab pertanyaan majelis hakim, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (27/02).

Lantas oleh Majelis Hakim Dharnawati ditanya kembali apakah dirinya bisa bersaksi hari ini, dia menjawab tidak bisa bersaksi hari ini. “Jadi gak bisa bersaksi hari ini,” tanya majelis Hakim. “Iya yang Mulia,” jawab Dharnawati.

Lantas kemudian Majelis hakim menanyakan kepada Penuntut umum, penutut umum menyatakan tidak keberatan. Namun JPU meminta agar Dharnawati untuk disumpah terlebih dulu. “Gimana ini, saksi ini belum siap?,” tanya majelis hakim kepada JPU.

“Kami minta untuk disumpah terlebih dulu,” jawab JPU.

Lantas Majelis Hakim kembali menanyakan kesedian Dharnawati apakah dia mau disumpah apa tidak, Dharnawati pun mengaku siap disumpah. “Mau yang mulia,” jawab Dharnawati.

Karena Dharnawati berhalangan, sehingga hanya Danny Syafrudin Nawawi yang dimintai keterangan sebagai saksi untuk terdakwa Sesditjen P2KT Kemnakertrans, I Nyoman Suisnaya. Sebelumnya, Danny bersaksi bagi terdakwa Dadong Irbarelawan, Kabag Evaluasi Perencanaan dan Program P2KT Kemenakertrans. (mad/jto)

 

keterangan Foto : Kursi sidang yang sedianya untuk Dharnawati ternyata tidak datang dalam persidangan Kemenakertrasn

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Sakit, Dharnawati Batal Bersaksi untuk Nyoman"