Sago Worms Society: Seni Asmat Unik & Sakral

Tidak ada komentar 21 views

NEW YORK – Begitu cintanya terhadap seni ukir Asmat, di Amerika Serikat sampai terdapat sebuah perkumpulan yang beranggotakan mereka yang pernah berkunjung ke kepulauan Papua. Perkumpulan itu bernama Sago Worms Society (perkumpulan Ulat Sagu).

Mereka bertemu secara teratur dengan agenda kegiatan mempromosikan kesenian Asmat di Amerika, khususnya museum seni Asmat di Universitas St. Thomas, Saint Paul Minnesota. Dimana museum seni Asmat ini yang memiliki 1.700 koleksi seni Asmat.

Suatu hal yang menjadi indah dimata mereka dari seni ukir Asmat adalah tidak saja unik tapi juga bermakna sakral. Dalam budaya modern yang semakin berkembang dan kian banyak tersentuh hingar bingar teknologi, suku Asmat tetap memelihara sendi-sendi budaya nenek moyang dan keasliannya.

Begitu terkenalnya ukiran Asmat, sampai museum-museum dunia pun memajang karya mereka. Satu diantara museum itu adalah Metropolitan Museum Of Art di New York, USA. Artifak Asmat yang berada di museum ini adalah koleksi Michael C. Rockefeller, anak bungsu mantan gubernur New York yang kemudian menjadi wakil presiden Amerika Serikat, Nelson A. Rockefeller.

Saking terpesonanya Michael C. Rockefeller terhadap kesenian Asmat, sampai dia mendatangi langsung pulau Papua dan bergaul dengan suku-suku di sana sekitar tahun 1961. (FT/ara)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Sago Worms Society: Seni Asmat Unik & Sakral"