Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Rusuh Mako Brimob, Begini Kondisi Ahok

12 Nov 2017 // 16:51 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

RUSUH-MAKO-BRIMOB-2

DEPOK (suarakawan.com) – Kerusuhan yang terjadi di Rumah Tahanan Teroris Markas Korps Brigade Mobil Cabang Salemba di Kelapa Dua, Depok, pada Jumat sore, 10 November 2017, sudah bisa diatasi. Bagaimana dengan nasib penghuni rutan lainnya, termasuk mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok yang dihukum 2 tahun penjara dalam perkara penistaan agama?

Pengacara Ahok, I Wayan Sudirta, mengatakan, saat insiden terjadi, kliennya masih beraktivitas seperti biasa. Kalau sudah sore, kata Wayan, biasanya Ahok menyempatkan diri berolahraga. “Untuk menjaga kesehatan, Ahok rutin berolahraga pagi dan sore,” ujar Wayan, Minggu (12/11).

Saat kerusuhan terjadi di blok khusus tahanan teroris, kata Wayan, dampaknya tidak sampai ke sel tahanan yang ditempati Ahok. Lokasi bloknya berbeda dan sistem keamanan di Rutan Mako Brimob juga sangat ketat. “Pas kejadian di blok teroris, Pak Ahok masih bisa membaca dan menulis,” kata Wayan.

Menurut Wayan, sistem keamanan yang diberlakukan di Rutan Mako Brimob sangat ketat. Saat insiden terjadi, blok teroris langsung diisolasi, sehingga kerusuhan tidak melebar ke blok lain. “Respons dan penanganan juga cepat, ya,” ucapnya.

Kerusuhan bermula setelah salat Jumat. Saat itu tahanan teroris dimasukkan ke sel masing-masing dan diperiksa Detasemen Khusus 88 Antiteror. Seorang tahanan yang tidak disebutkan namanya tersebut tidak terima diperiksa, lantas mengucapkan kata-kata provokatif kepada petugas Tim Densus 88.

Aksi provokatif tahanan kasus terorisme itu memancing petugas dan tahanan lain sehingga timbul keributan. “Ada tahanan yang sambil takbir keras-keras sehingga memancing tahanan blok sebelahnya,” ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Kepolisian RI Brigadir Jenderal Rikwanto.

Dari hasil penggeledahan, Densus 88 menyita empat unit telepon seluler dari tahanan. “Ditemukan HP empat unit milik Juhanda, Saulihun, Kairul Anam, dan Jumali,” kata Rikawanto. Sedangkan Ahok aman-aman saja.(tc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini