Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Ruang Kreatif, Wadah Menumbuhkan Bakat Baru Kreator Seni Pertunjukan Indonesia

29 Sep 2017 // 23:47 // HEADLINE, SENI & BUDAYA
(ki-ka) Garin Nugroho, Ratna Riantiarno, dan Program Officer Bakti Budaya Djarum Foundation Adi Pardianto, saat bincang seni di Malang, Jumat (29/9).

(ki-ka) Garin Nugroho, Ratna Riantiarno, dan Program Officer Bakti Budaya Djarum Foundation Adi Pardianto, saat bincang seni di Malang, Jumat (29/9).

MALANG (suarakawan.com) – Dewasa ini seni pertunjukan terus tumbuh dan berkembang di Indonesia. Boleh dibilang saat ini merupakan masa bagi tumbuh dan berkembangnya komunitas, kontitusi seni, kelompok-kelompok seni. Sayangnya, fenomena ini tidak dibarengi dengan ketersediaan ruang bagi mereka agar mampu terus konsisten berkarya sekaligus membangun komunitas seni di lingkungannya.

Hal tersebut seperti diungkapkan salah satu maestro seni pertunjukan Indonesia, Garin Nugroho.

“Seni pertunjukan di Indonesia memerlukan ruang-ruang pertumbuhan seperti ruang kreatif. Karena bakat-bakat, sumber daya manusia dan keinginan merepresentasikan diri anak muda sekarang ini sangat tinggi namun ruang tumbuh tidak sebanding dengan apa yang disebut sumber daya manusia, bakat-bakat dan keinginan untuk berekspresi dan berkreasi,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam workshop ‘Ruang Kreatif: Bincang Seni Pertunjukan Indonesia’ yang digagas oleh Bakti Budaya Djarum Foundation dan Garin Nugroho di Malang, Jumat (29/9).

Berangkat dari hal tersebut, lanjutnya, maka diselenggarakan program ruang kreatif yang bertujuan mencari bakat-bakat para seniman muda baru di dunia seni. Dengan harapan, melalui program ini dapat melahirkan para seniman muda Indonesia di dunia seni pertunjukan yang mampu bersaing dengan seniman yang ada di dalam maupun luar negeri.

Program ‘Ruang Kreatif: Bincang Seni Pertunjukan Indonesia’ sendiri dijalankan di empat kota besar di Indonesia pada tahun 2016 lalu. Tahun ini, program tersebut kembali diselenggarakan di empat kota yakni Malang, Kudus, Padang Panjang dan Bandung. Program bertujuan menumbuhkan bakat-bakat baru kreator seni pertunjukan Indonesia.

Adi Pardianto, Program Officer Bakti Budaya Djarum Foundation, menjelaskan program Ruang Kreatif telah rutin diadakan di Galeri Indonesia Kaya selama hampir dua tahun. Dibuat dengan tema yang beragam dan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda, sehingga tidak hanya menikmati pertunjukan tetapi juga mengetahui proses awal dalam sebuah seni pertunjukan.

”Tahun lalu, bersama Garin Nugroho, kami membuat program Bincang Seni Pertunjukan Indonesia, dengan harapan dapat menemukan dan melahirkan bakat-bakat baru kreator seniman muda Indonesia. Melihat antusiasme kelompok seni yang tersebar di Indonesia, kami mengadakan kembali program Bincang Seni sehingga proses regenerasi di bidang seni pertunjukan Indonesia tetap ada,” ujarnya saat dijumpai dalam kesempatan yang sama.

Program ini, kata Adi, terbuka bagi seniman muda Indonesia dengan usia maksimal 30 tahun dan tergabung dalam komunitas seni. Mempunyai gagasan pementasan dituangkan dalam “Proposal Art Project”. Peserta dapat mengikuti ruang kreatif dengan cara mengirimkan proposal yang berisi gagasan pementasan dan mengisi serta mengirimkan formulir melalui email paling lambat 30 Oktober 2017.

Nantinya, sebanyak 25 peserta terseleksi yang diwakili oleh pimpinan produksi kelompok komunitas seni berhak mengikuti workshop di Galeri Indonesia Kaya pada tanggal 19-22 November di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta.

Sementara itu, dalam rangkaian program Bincang Seni Pertunjukan Indonesia diisi dengan bincang-bincang menarik dengan para instruktur dari seniman profesional yang membagi ilmu dan pengalaman menangani proyek seni kolaboratif.

Untuk di Malang selain Garin Nugroho, Bincang Seni juga menghadirkan Ratna Riantiarno yang dikenal sebagai produser Teater Koma untuk membagi pengalamannya di dunia seni pertunjukan.

“Kesuksesan dan pencapaian Teater Koma selama 40 tahun tak lepas dari dukungan dan loyalitas krew dan pemain di Teater Koma. Tak hanya itu, relasi yang baik dengan para pihak pun dibutuhkan untuk menjaga agar kelompok seni tetap bertahan. Inilah yang ingin kami bagikan kepada kreator/seniman muda Indonesia, semoga materi yang disampaikan dalam program ini dapat tersampaikan dan diterima dengan baik oleh para peserta Bincang Seni Pertunjukan Indonesia pada hari ini,” ujar Ratna.

Membesarkan Teater Koma hingga berusia 40 tahun, lanjut Ratna, bukanlah perkara mudah. Kerjasama dalam tim juga menjadi hal penting bagi suksesnya sebuah pertunjukan.

“Kalau ingin maju dalam dunia seni pertunjukkan harus mau kerja bersama tidak bisa individual. Kerjasama internal maupun dengan pihak lain,” tegasnya.(ris/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini