Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Robot Seks Dianggap Lebih Nikmat dari Manusia

09 Sep 2016 // 08:42 // HEADLINE, SEX & LOVE

images

IOWA (suarakawa.com) – Tim peneliti dan pakar robot sepakat ke depan robot seks akan makin terasa manfaatnya. Pakar robot bahkan berani bertaruh robot seks lebih nikmat dibanding manusia saat beraksi di ranjang. Bila semakin populer, maka mesin robot tersebut diprediksi bakal menggantikan manusia sebagai pasangan hidup.

Para ahli memperkirakan pada 2050, manusia menikah dengan robot mirip manusia sudah menjadi hal yang biasa. Ke depan mesin robot bisa diprogram sesuai dengan permintaan masing-masing individu manusia.

“Karena mereka bisa diprogram, maka robot seks akan sesuai dengan kebutuhan pengguna individu. Robot seks bisa menjadi candu. Robot seks akan selalu tersedia dan tidak pernah menolak,” jelas Joel Snell, pakar robot dari Kirkwood College, Iowa, Amerika Serikat.

Tak hanya urusan di ranjang saja, pada 2050, robot bakal makin hadir di tengah kehidupan manusia. Menurut naskah akademik yang ditulis pakar robot, Ian Yeoman dan Michelle Mars, pada 2050, area distrik Amsterdam bakal dihiasi dengan robot.

“Pada 2050 distrik Amsterdam akan menjadi prostitusi Android yang bersih dari penyakit seks menular,” tulis kedua pakar dalam papernya, Robots, men and sex tourism.

Untuk itu, keduanya mengatakan, nantinya dewan kota Amsterdam harus bisa mengendalikan langsung pekerja seks Android. Pengendalian dalam bentuk aturan harga, jam operasi dan layanan seks yang diberikan.

Sementara peneliti senior etika robot De Monthfort University, Inggris, Kathleen Richardson, mengatakan saat robot seks makin marak, maka manusia harus waspada efeknya yang akan membuat makin terisolasi, karena asyik dengan robot seksnya.

“Salah satu konsekuensi (maraknya robot seks) adalah makin terisolasi,” kata dia. (viv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda






  • Terkini