Rieke ‘Oneng’ Dyah Pitaloka: Menjadi Gubernur Tetap Akan Bersama Buruh

JAKARTA (suarakawan.com) – Tanpa gerakan politik, apa yang diperjuangkan oleh buruh dewasa ini mustahil tercapai. Pergerakan buruh yang masif dalam rangka memperjuangkan demi mendapatkan penghidupan yang layak, upah layak serta kerja yang layak pula ke jalanan harus dibantu dari sisi politiknya

Demikian disampaikan oleh Anggota Komisi IX DPR Rieke Dyah Pitaloka dalam pidatonya dihadapan ribuan buruh di Cikarang, Bekasi, Sabtu(18/02)

“Gerakan buruh harus jadi gerakan politik

Harus terus lakukan perlawanan agar mendapatkan jaminan sosial semua,” ujarnya

Politisi PDI Perjuangan ini mengaku dirinya tidak akan pernah berhenti dan beristirahat memperjuangkan nasib kaum buruh. Salah satunya adalah menolak revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

Untuk itu, kata Rieke buruh-buruh tidak boleh beristirahat memperjuangkan nasibnya seperti menutup jalan tol, mendatangi gedung DPR dan Istana.

“Untuk persoalan buruh tidak pernah saya istirahat tidak pernah berhenti berjuang, saya yakin selama kita bersama-sama, kita pasti bisa. Apa tujuan kita berbangsa dan bernegara, sesungguhnya memperjuangkan nasib bangsa, penghapusan eksploitasi, menghapuskan intimidasi, kooptasi ke manusia lain dan tidak boleh ada penindasan juga tidak boleh terjadi di negeri ini,” tegasnya

Perempuan yang mencalonkan diri sebagai Gubenur Jawa Barat 2013 ini juga menambahkan pada tanggal 1 Mei 2012 mendatang atau bertepatan dengan peringatan hari buruh dirinya akan turun langsung bersama buruh melakukan aksi di depan Istana Negara dan DPR guna meneriakkan dan memperjuangkan nasib kaum buruh.

“1 Mei kita akan aksi besar konsolidasi, 1 Mei bukan hanya di istana negara tapi di kantor Pemda, DPR pusat, tingkat 1 dan 2 tahun 2012 merupakan tahun perjuangan menuntut hidup layak upah layak serta kerja layak,” terangnya

Sementara itu terkait pencalonannya sebagai Gubernur Jawa Barat, Rieke menegaskan bahwa dirinya akan tetap bersama buruh dan berjuang bersama-sama untuk menuju buruh yang bermartabat

“Semua yang peduli perjuangan buruh dan mempunyai komitmen dalam perjuangannya,maka kita harus berpencar dan menduduki jabatan-jabatan penting baik itu di eksekutif maupun legislatif agar ketika ada satu masalah, para pejuang ini cepat menyelesaikannya,” pungkasnya.(pra/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Rieke ‘Oneng’ Dyah Pitaloka: Menjadi Gubernur Tetap Akan Bersama Buruh"