Ridwan Saidi: Polisi Jangan Ngotot Sidik Kasus SIM

JAKARTA (suarakawan.com) – Budayawan Ridwan Saidi menilai tidak ada gunanya polisi bersikukuh mempertahankan penanganan kasus simulator SIM Korlantas Mabes Polri. Pasalnya menurut Ridwan, Publik sudah telanjur percaya KPK sebagai lembaga bersih sehingga dengan berebut kewenangan menyidik kasus SIM dengan KPK akan memperburuk citra kepolisian.

“Masyrakatkan sudah sangat mempercayai KPK jadi sangat sulit, sehingga saat ini polisi berhadapan dengn opini publik. Seandainya pun benar atau dibenarkan oleh Yusril walaupun begitu bener, tetap opini publik sudah tidakk menolong sehingga citra polisi akan semakin hancur,” kata Ridwan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (07/08)

Menurut tokoh Betawi itu, langkah polisi yang menggandeng pakar Hukum dan pakar tata negara seperti Yusril tidak akan memberikan dampak apa-apa bagi citra kepolisian. “Jadi susahnya sekarang posisi KPK di dalam masyarakat itu sedng oke punya, mau diapakan oleh polisi, orang akan tetap pro ke KPK. Mau seperti apa pun Polri ngotot dengan membawa MoU ga akan Berpengaruh gak ngepek, pokonya KPK, dalam penanganan kasus simulator SIM,” tambahnya.

Soal dibawanya kasus ini ke Mahkamah Konstitusi, dia menjelaskan jika MK hanya menjelaskan tafsir dari Undang-undang yang akan dijudicial review. MK Menurut tetua Betawi itu tidak akan menginterpensi penanganan kasus.

“Meskipun hal ini dibawa ke MK, tidak akan bisa, MK hanya akan menjelasakn atau tafsir secara umum bukan perkasus. Dan MK nantinya akan mengatakan bahwa penafsiran nya adalah KPK yang oke, sehingga tidak secara sendirinya Polisi surut, polisi akan terus bertahan, karena ini menyangkut masalah besar,” pungkasnya.(mad/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Ridwan Saidi: Polisi Jangan Ngotot Sidik Kasus SIM"