Ribuan Warga di Papua Disandera Kelompok Bersenjata

20170419_021716

JAYAPURA (suarakawan.com) – Ribuan warga yang bermukim di sekitar Kimberly hingga Banti, Distrik Tembagapura, Jayapura, Papua, disandera kelompok kriminal bersenjata (KBB). Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli mengakui hal ini.

“KKB saat ini menjadikan warga sipil sebagai tameng dan sandera,” kata Boy Rafli.

Ribuan warga itu terdiri atas seribuan warga asli dan sekitar 300 warga non-Papua yang selama ini menjadi pedulang dan pengumpul emas.

Dia mengatakan warga sipil yang disandera KKB itu kini tidak diizinkan beraktivitas atau bepergian termasuk untuk membeli bahan makanan.

Boy mengatakan jumlah KKB yang menyandera sekitar 100 orang. Mereka memegang senjata, termasuk senjata tradisional.

Satgas terpadu penanggulangan KKB terus berupaya melakukan langkah persuasif dan preventif untuk membebaskan para sandera.

“Berbagai upaya terus kami lakukan agar masyarakat bebas dari intimidasi dan ancaman dari KKB, dan dari laporan terungkap kondisi masyarakat yang dijadikan tameng KKB dalam keadaan baik hanya terintimidasi,” Boy Rafli.

Kampung Kimberly dan Banti hanya berjarak sekitar 300 meter dari Polsek Tembagapura.(mtv/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Ribuan Warga di Papua Disandera Kelompok Bersenjata"