Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Ribuan Relawan Prabowo-Hatta Ancam Duduki Kantor KPU Jatim

05 Aug 2014 // 22:15 // PILPRES, POLITIK & PEMERINTAHAN

hendroSURABAYA (suarakawan.com) – Sedikitnya 5 ribu relawan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa Jawa Timur akan melakukan aksi unjuk rasa damai di kantor KPU Jatim, Jalan Raya Tenggilis Surabaya, Rabu (06/08).

Dalam aksi tersebut, mereka juga akan melakukan aksi pendudukan kantor KPU Jatim.

Aksi tersebut digelar bersamaan dengan digelarnya sidang gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) pasangan Prabowo-Hatta di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu besok.

Hal ini sebagai upaya memberikan support kepada tim kuasa hukum pasangan Prabowo-Hatta yang sedang bersidang di MK.

“Kami akan menerjunkan sedikitnya lima ribu relawan yang tergabung dari beberapa utusan koalisi partai pendukung pasangan nomor satu dalam Pilpres lalu,” kata Ketua Tim Media Merah Putih Jatim, Hendro Tri Subiantoro dalam rilis yang dikirim ke suarakawan.com, Selasa (05/08).

Menurutnya, aksi tersebut akan berjalan damai. Usai demo, mereka akan melakukan penyegelan Kantor KPU Jatim. Selanjutnya, kantor KPU di tempeli stiker dan spanduk bertuliskan KPU CURANG!!.

Aksi itu dilakukan karena banyak kecurangan dan pelanggaran yang terjadi selama proses Pilpres di Jatim yang tidak direspon dengan baik oleh KPU Jatim. Dimana dalam pelaksanaan Pilpres lalu banyak ditemukan bukti kecurangan. Termasuk keputusan KPU RI yang memerintahkan kepada seluruh KPU Kab/kota untuk membuka segel kotak suara paska pengumuman hasil rekapitulasi nasional.

Sebagai penyelenggara pemilu, KPU Jatim banyak melakukan kecurangan secara terstruktur, massif dan sistimatis. KPU Jatim juga tidak melaksanakan rekomendasi Bawaslu Jatim terkait banyaknya temuan dugaan Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb) bermasalah di sejumlah daerah di Jatim.

Bawaslu Jatim merekomendasi enam daerah yakni Kota Surabaya, Kab Sidoarjo, Kab Malang, Kota Batu, Kab Jember dan Kab Banyuwangi supaya dilakukan penelitian dan pemeriksaan DPKTb dan jika terbukti ditemukan pemilih ganda maka harus dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS yang ditemukan pemilih ganda menggunakan DPKTb.

“Kita menganggap bahwa KPU Jatim sudah tidak berfungsi sebagai penyelenggara yg independen, tidak profesional dan telah berpihak. Sehingga layak untuk dibekukan. Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat pengguna jalan di sekitar kantor KPU Jatim bila terganggu dengan aksi kami,” ucapnya.

Terpisah, komisioner KPU Jatim, Choirul Anam tidak mempermasalahkan aksi unjukrasa yang dilakukan oleh relawan

pendukung pasangan Prabowo-Hatta di Jatim. Mengingat hal itu bagian dari hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapatnya dalam proses demokrasi.

“Silahkan saja mereka melakukan unjukrasa karena itu hak mereka dalam menyampaikan aspirasi. Tapi, yang pasti kami tidak dapat menemui karena harus ikut dalam sidang di MK di Jakarta,” tuturnya.

Pihaknya membantah soal tuduhan jika KPU Jatim tidak melaksanakan rekomendasi Bawaslu Jatim terkait pemeriksaan dan penelitian DPKTb di enam daerah yakni Kota Surabaya, Kab Sidoarjo, Kab Malang, Kota Batu, Kab Jember dan Kab Banyuwangi hingga melakukan PSU jika ditemukan pemilih ganda. “KPU Jatim telah melaksanakan semua rekom Bawaslu Jatim, sehingga tak ada celah KPU Jatim disalahkan,” tegasnya.

Begitu juga terkait perintah KPU RI untuk membuka kotak suara, tambah Choirul Anam jika di beberapa wilayah di Jatim juga melaksanakan perintah KPU RI tersebut. Alasannya, karena hal itu tertuang dalam Peraturan MK terkait PHPU. “Karenanya kami menyiapkan sejumlah bukti-bukti. Dan itu semuanya ada di dalam kotak suara,” kata mantan komisioner KPU Kota Surabaya ini. (Bng/era)

Keterangan foto: Hendro (kanan bawah) ketika memberikan semangat para pendukung Prabowo-Hatta di depan kantor Merah Putih Jatim di Jl Imam Bonjol, Surabaya. (Bng)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini