RHU Akan Kena Sanksi Jika Tak Terapkan Pembatasan Umur

Fatkur Rohman

SURABAYA (suarakawan.com) – Pembahasan UU perlindungan anak kota Surabaya akan membuat pengusaha RHU harus selektif terhadap para pengunjungnya jika tidak ingin kena sangsi. Pasalnya dalam Raperda juga tertuang soal batasan umur untuk pengunjung segala jenis RHU.

Anggota Pansus, Fatkur Rohman saat ditemui di DPRD Surabaya, Selasa (26/07) menerangkan Larangan ini sendiri dituangkan pada pasal 24 dan 25. Pasal 24 selengkapnya berbunyi, Setiap penyelenggara usaha diskotik, usaha kelab malam, usaha bar, usaha karaoke dewasa, usaha pub/rumah musik, usaha panti pijat/massage dan usaha panti mandi uap/sauna dilarang menerima pengunjung anak.

Sedangkan pasal 25 berbunyi, “Setiap penyelenggara usaha hotel, usaha motel, usaha losmen, usaha wisma pariwisata dan kegiatan usaha yang sejenis dilarang menyewakan kamar kepada anak tanpa didampingi oleh orang tuanya atau keluarganya yang telah dewasa atau guru pendamping/penanggungjawab dalam rangka melaksanakan kegiatan sekolah atau kegiatan lainnya.

Ia menambahkan aturan ini diharapkan ada seleksi yang ketat atas pengunjung. Seleksi tersebut bisa dilakukan dengan menunjukkan Kartu TandaPenduduk (KTP). “Pokoknya kalau belum 18 tahun tidak boleh masuk,” katanya. (aca/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *