Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Rencana Kenaikan Tarif Tol Dinilai Tidak Adil

06 Dec 2017 // 14:28 // EKONOMI, HEADLINE

17395_15153_f-gerbang-tol-bangil-gempas

JAKARTA (suarakawan.com) – Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai rencana PT Jasa Marga yang menaikkan tarif tol dalam kota mulai 8 Desember 2017 sebagai hal yang tidak adil bagi masyarakat sebagai konsumen jalan tol.

“Kenaikan tarif tol dalam kota tidak adil bagi konsumen karena Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) hanya mempertimbangkan kepentingan operator jalan tol, yaitu aspek inflasi saja,” kata Tulus melalui pesan singkat diterima di Jakarta, Rabu.

Apalagi Tulus menilai kenaikan tarif tersebut tidak sejalan dengan kualitas pelayanan jalan tol dan berpotensi melanggar standar pelayanan jalan tol. Kenaikan tarif tol seharusnya diikuti dengan kelancaran lalu-lintas dan kecepatan kendaraan di jalan tol.

“Saat ini fungsi jalan tol justru menjadi sumber kemacetan baru seiring peningkatan volume kendaraan dan rekayasa lalu lintas yang rendah untuk pengendalian kendaraan pribadi,” tuturnya.

Karena itu, YLKI mendesak Kementerian untuk memperbaiki dan meningkatkan peraturan tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol. Menurut Tulus, selama ini SPM itu tidak pernah diubah dan diperbaiki sehingga menjadi hal yang tidak adil bagi konsumen. “YLKI juga mendesak Kempupera untuk transparan dalam hasil audit pemenuhan SPM terhadap operator jalan tol,” katanya.

PT Jasa Marga berencana menaikkan tarif tol dalam kota Jakarta berlaku mulai Jumat (8/12). Kenaikan tarif tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 973/KPTS/M/2017.

Adapun kenaikan tarif tersebut untuk kendaraan golongan I naik menjadi Rp 9.500 dari sebelumnya Rp 9.000, golongan II naik jadi Rp 11.500 dari Rp 11.000. Golongan III naik jadi Rp 15.500 dari Rp 14.500, golongan IV naik jadi Rp 19.000 dari Rp 18.000 dan golongan V naik jadi Rp 23.000 dari 21.500.

Jika dibandingkan dengan tarif yang berlaku sekarang, terdapat kenaikan sebesar Rp 500-1.500.(bs/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini