Rektorat Unair Melunak, FAM Tetap Tuntut Batal

Tidak ada komentar 13 views

Surabaya (suara kawan.com) – Universitas Airlangga ( Unair) mulai melunak setelah memperoleh beberapa protes keras dari mahasiswanya akan rencana kenaikan sp3 sebesar 40% untuk tahun pembelajaran 2011/2012.

Seperti yang diketahui, sp3 yang diwajibkan kepada mahasiswa yang diterima oleh Universitas Airlangga sangat besar. Ditambah lagi ditutupnya penerimaan mahasiswa jalur Prestasi dan PMDK I,  hanya SNMPTN dan Program PMDK II saja yang di tawarkan, semakin mempersempit peluang calon mahasiswa untuk dapat kuliah dengan biaya murah.

“Saya rasa Unair sudah keterlaluan jika jadi menaikkan tarif sp3. Sppnya aja udah mahal. Belum lagi beberapa fakultas yang menerapkan wajib bayar IKOMA tiap semesternya. Itu sangat menyulitkan mahasiswa. Walaupun IKOMA udah dihapus, tapi tetap aja penghapusannya telat. Harusnya pendidikan itu gratis, sesuai hak manusia.”, tutur Ghane Septian A (22) seorang mahasiswi jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Dani Samuel (19), salah satu anggota Front Advokasi Mahasiswa, menuturkan bahwa pihak rektorat sudah membuat skema baru untuk penetapan sp3 terhadap mahasiswa baru. Setelah terjadi beberapa aksi simbolik dan penolakan yang terjadi hari Sabtu 20 Mei lalu, Unair menetapkan 4 golongan yang menjadi patokan kepada kelas mana yang dikenai sp3. Kelas Miskin, Kelas Mampu 1, Kelas Mampu 2 dan Kelas Mampu 3. Akan tetapi universitas yang menyelenggarakan program Bidikmisi, kuliah gratis untuk orang miskin, ini belum menerapkan keputusan yang sesuai dengan apa yang dituntutkan oleh mahasiswa.

“Kita akan tetap berusaha supaya kelas-kelas yang dibentuk oleh pihak rektorat tadi dihapus, dan menjadi gratis untuk semua calon mahasiswa. Pendidikan itu tidak hanya untuk orang yang punya uang saja. Kalau bisa sampai gratis akan kita perjuangkan” kata Dani, saat dihubungi suarakawan.com, Senin siang ( 23/05).

Skema baru yang dibuat oleh pihak rektorat dan penghapusan PMDK Prestasi ini nampaknya masih menyisakan kekecewaan. Mahasiswa, khususnya FAM,  akan tetap memperjuangkan agar calon mahasiswa baru Universitas Airlangga dapat memperoleh pendidikan dengan biaya yang tidak mencekik atau bahkan gratis. (eka/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Rektorat Unair Melunak, FAM Tetap Tuntut Batal"