Raperda Keolahragaan Hapus Tumpang Tindih 3 Institusi

SURABAYA (suarakawan.com) – Peranan tiga institusi yang selama ini turut mengorbitkan olahraga akan diatur dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Keolahragaan yang saat ini dibahas oleh Komisi E DPRD Jatim. Tiga institusi yakni Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jatim, dan SMA Olahraga (Smanor) yang merupakan sekolah binaan Dinas Pendidikan Jatim.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Fuad Mahsuni mengatakan, selama ini 3 intitusi tersebut sama – sama menyelenggarakan olahraga dalam turnamen, sehingga terkadang peranan dan tuganya terjadi tumpang tindih.

“KONI, Dsipora, dan Smanor ini dibawa komando pusat. KONI dibawah KONI Pusat, Dispora dibawah Kemenpora, dan Smanor dibawah kemendiknas. Semua institusi ini membina atlet-atlet untuk berlaga dalam pertandingan,” paparnya di DPRD Jatim, Senin (13/02).

Menurut Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim ini, olahraga sangat penting untuk mengharumkan nama bangsa atau daerah. Maka perlu ada perhatian yang serius agar sistem keolahragaan di Jatim dapat berkembang dan maju..Perhatian tersebut berupa pengaturan dalam peranan mengembangkan keolahragaan, dan alokasi anggaran.

Dengan andanya Perda tentang Keolahragaan, nantinya ada sistem pengaturan yang jelas dalam peranan mengembangkan olahraga di Jatim. “Raperda ini dimunculkan untuk mengatur, dan menghilangkan tumpang tindih antara 3 institusi,” terangnya.

Selain menghilangkan tumpang tindih, Raperda ini juga akan memberi kepastian pemberian penghargaan bagi mantan atlet yang pernah berprestasi. Dengan begitu akan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. (aca/jto)

 

keterangan Foto : Fuad Mahsuni Di DPRD Jatim (aca)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Raperda Keolahragaan Hapus Tumpang Tindih 3 Institusi"