Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Puluhan Tokoh Akan Berkumpul Bahas Masa Depan Jatim

16 May 2017 // 20:53 // HEADLINE, POLITIK & PEMERINTAHAN

20170516_161226

SURABAYA (suarakawan.com) – Puluhan tokoh Jawa Timur (Jatim) akan berkumpul dalam forum Temu Tokoh Jatim bertajuk “Siapa dan Bagaimana Jatim Pasca Pakde Karwo” di Institut Teknologi Surabaya (ITS), 23 Mei mendatang. Mereka akan membahas masa depan Jatim pasca Gubernur Jatim Soekarwo lengser 12 Pebruari 2019.

“Dari forum diskusi ini, diharapkan akan muncul pemimpin baru nanti yang mampu melanjutkan kebijakan-kebijakan populis gubernur Soekarwo, yang akrab dipanggil Pakde Karwo,” kata Ketua penyelenggara Mas’ud Adnan kepada wartawan di Surabaya, Selasa (16/5).

Dijelaskan, selama dua periode memimpin Jatim, Pakde Karwo memiliki kelebihan yang bisa dicontoh calon penggantinya nanti. Plus kepemimpinan Pakde Karwo, yaitu kebijakannya yang populis. Salah satunya, bagaimana Pakde Karwo berjuang menurunkan tarif Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Pakde Karwo punya kebijakan menggratiskan tarif jembatan Surabaya. Sudah diperjuangkan. Namun, Jokowi akhirnya menurunkan tarif dari Rp 30 ribu menjadi Rp 15 ribu tol. Kebijalan populis lainnya melarang impor seperti sayur,” ungkapnya.

Karena itu, Pakde Karwo akan diberikan kesempatan memaparkan program-program kerjanya dalam rangka mensejahterakan masyarakat. Dari program kerja yang dipaparkan, akan didiskusi bersama tokoh-tokoh Jatim lainnya yang hadir di forum.

“Kita gugah masyarakat yang punya kepedulian terhadap kebijakan populis Pakde Karwo yang punya komitmen memajukan Jatim ini. Tidak menutup kemungkinan dalam diskusi nanti akan muncul pandangan lain dari tokoh-tokoh yang hadir nanti,” ujarnya.

Meski demikian, Mas’ud tak menampik selama sepuluh tahun Pakde Karwo memimpin Jatim ada plus dan minusnya. “Kita sudah melihat plus minusnya. Yang kurang, tentunya tidak akan dipakai. Dengan adanya forum ini, kami berharap tidak ada kejadian seperti di Pilkada DKI Jakarta,” tandasnya.

Pihaknya membantah forum yang diselenggarakan itu sebagai upaya menggiring calon gubernur (cagub) tertentu dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim 2018. Ini setelah melihat dari puluhan tokoh yang diundang, terdapat sejumlah nama yang pernah disebut-sebut sebagai bakal calon gubernur (bacagub).

Mereka antara lain Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Ketua DPRD Jatim Halim Iskandar, anggota DPR RI Nurhayati Assegaf dan anggota DPR RI Hasan Aminudin. Sebaliknya, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tidak tercantum dalam daftar tokoh yang diudang dalam forum diskusi.

“Tak ada upaya menggiring para bacagub. Yang penting bagaimana tokoh Jatim bisa hadir di diskusi. Calon gubernur nanti punya visi kebijakan populis seperti Pakde Karwo. Soal Gus Ipul , sudah kita undang, namun sampai sekarang belum ada konfirmasi kehadiran,” ungkapnya.

Adapun toloh-tokoh yang sudah konfirmasi bakal hadir dalam acara Temu Tokoh Jatim bertajuk Siapa dan Bagaimana Jatim Pasca Pakde Karwo, antara lain Khofifah Indar Parawansa (Mensos RI), H Imam Nahrawi (Menpora RI), Dr Soekarwo (Gubernur Jatim), Andul Halim Iskandar (DPRD Jatim), KH Salahuddin Wahid (pengasuh pesantren Tebuireng).

Lalu, Mahfud MD (mantan ketua MK), Kombespol Dr Syafiin (Mabes polri, mantan paspampres 3 presiden Gus Dur, Mega dan Sby), Marsekal Hari Bowo (mantan WAKASAL, kini Komisaris Utama Pelindo III), KH Hasib Wahab Hasbullah (pengasuh Pesantren Tambak Beras), Suroso (Dirut Bank Jatim), Subawi (Dirut Bank BPR, Bank UMKM Jatim).

Kemudian, Rendra Krisna (bupati malang, ketua Nasdem Jatim), Budi Sulistiyono atau Kanang (bupati Ngawi), Abdullah Azwar Anas (bupati Banyuwangi) Prof Warsono (rektor Unesa), Prof Joni Hermana (rektor ITS), La Nyalla Mattaliti (ketua Pemuda Pancasila Jatim), Nurhayati Assegaf (wakil ketua umum DPP Partai Demokrat dan anggota DPR RI), Hasan Aminu?din (mantan bupati Probolinggo dan anggota DPR RI dari nasdem), Tantri (Bupati probolinggo).

Sedang tokoh lain yang masih dalam proses konfirmasi, antaranya Dahlan Iskan (mantan menteri BUMN), Alim Markus (Presdir Maspion Group), Edi Rumpoko (mantan walikota Batu) dan Tri Rismaharini (walikota Surabaya). “Pak Muldoko (mantan Panglima TNI) sebenarnya diundang, tapi dalam waktu bersamaan ada acara HTI,” ucapnya. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini