Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Puasa Ramadan, Waktu Ideal Turunkan Berat Badan

03 Jun 2017 // 22:07 // GAYA HIDUP, HEADLINE, KESEHATAN
Rivo Barumalang, Fitness Manager Urban Fitness & Studio, saat melatih Dian Pramita

Rivo Barumalang, Fitness Manager Urban Fitness & Studio, saat melatih Dian Pramita

SURABAYA (suarakawan.com) – Banyak orang berharap bisa menurunkan berat badannya dengan berpuasa di bulan Ramadan. Hal ini dikarenakan saat berpuasa, kita harus menahan lapar dan dahaga selama lebih dari 12 jam setiap hari.

Menurut Verawaty Budiyanto, CEO Urban Fitness & Studio, waktu yang bagus untuk berolahraga saat puasa adalah pagi hari karena perut masih terisi atau sore menjelang buka. Bisa pula setelah buka asal tidak makan terlalu banyak. Jika terlalu banyak, harus menunggu minimal satu jam.

“Tetap aktif bergerak dan berolahraga merupakan salah satu cara menurunkan berat badan di bulan Ramadan yang paling manjur. Ingat bahwa tubuh lebih cepat membakar lemak saat perut kosong,” ujarnya saat dijumpai Sabtu (3/6).

Sementara itu, Rivo Barumalang, Fitness Manager Urban Fitness & Studio, mengungkapkan olahraga yang cocok untuk mereka yang berpuasa adalah body weight exercise yang tak menggunakan alat. Olahraga ini melatih seluruh badan dari bawah hingga atas.

“Saat puasa, kita tetap beraktivitas seperti biasa, termasuk berolahraga. Exercise ini merupakan total body conditioning. Tujuannya untuk menjaga metabolisme tubuh agar tetap fit selama berpuasa,” terangnya.

Lebih lanjut Rivo mengungkapkan, setiap latihan diawali dengan pemanasan selama 3 menit. Pemanasan ini penting dilakukan untuk menyiapkan kerja jantung, melemaskan persendian, mengalirkan darah ke otak dan menaikkan suhu tubuh supaya hangat.

Setelah itu, lanjutnya, dimulai latihan dengan gerakan jumping jack selama 3 menit, squat untuk melatih kaki, walking lunges untuk mengencangkan paha dan pantat. Selanjutnya back extention yang memperkuat otot punggung, disusul push up sebanyak 45 kali untuk menguatkan otot lengan dan dada.

“Selanjutnya latihan komando guna menguatkan otot seluruh tubuh, sit up 75 kali guna menguatkan otot perut, leg lise untuk menguatkan otot perut bawah, disusul gerakan scissor dan plank yang diakhiri dengan peregangan,” jelas pria berkepala plontos ini.

Selama berpuasa cukup berlatih 2x seminggu dengan durasi 45-60 menit setiap kali exercise.

Dalam kesempatan tersebut juga hadir Dian Pramita (30), member Urban Fitness, untuk mempraktikkan exercise tersebut. Dian juga berpuasa, namun ia tampak fit.

“Bobot saya turun 1,5 kg setelah berlatih selama seminggu saat puasa,” tegasnya.

IMG_20170603_114037

Selain rutin berolahraga, Dian juga menjaga asupan makanan saat puasa seperti menghindari makan goreng gorengan dan bersantan. Kebiasaan menjaga asupan makanan ini pun terus berlanjut setelah bulan puasa.

Kini Dian memiliki bobot ideal 45 kg dan badannya terlihat kencang, setelah sebelumnya berbobot 63 kg. (bng1/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda






  • Terkini