PT Telkom Bangun Satelit Senilai US$ 200

JAKARTA –   PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) segera meluncurkan satelit baru, Satelit Telkom-3, yang dijadwalan pada akhir tahun ini. Nilai investasi untuk proyek satelit ini mencapai US$ 200 juta.

Head of Corporate Communication PT Telkom, Eddy Kurnia mengatakan satelit baru ini akan meningkatkan kualitas dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. Satelit Telkom-3 akan memperkuat jaringan dengan mengatasi kebutuhan saluran yang belum terjangkau oleh jaringan teresterial serat optik.

”Proyek Satelit Telkom-3 sedang dibuat di pabrik satelit ISS-Reshetnev di Rusia dengan subsistem komunikasi yang dibuat oleh Thales Aleniaspace dari Perancis. Satelit Telkom-3 rencananya diluncurkan dengan peluncur Proton M-breeze,” kata Eddy Kurnia, Kamis (24/3) kemarin.

Menurutnya, selain untuk kepentingan dalam negeri, Satelit Tekom-3 juga untuk keperluan komersial. Berdasarkan studi yang dilakukan PT Telkom, terjadi peningkatan permintaan atas satelit komunikasi baik di Indonesia maupun negara-negara tetangga lainnya. PT Telkom meyakini bahwa permintaan akan transponder ini masih tumbuh.

Di Indonesia saat ini terdapat lebih dari 160 transponder yang dimanfaatkan untuk GSM backhaul, jaringan data, dan untuk penyiaran. Sementara pasokan domestik yang dilakukan oleh Telkom sendiri hanya 101 transponder. Permintaan saat ini masih tumbuh untuk keperluan penyiaran (broadcast), 3G, internet, triple play, dan quardraple.

Satelit Telkom-3 dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas infrastruktur industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia. Kemudian, memenuhi keperluan pemerintah dalam hal pertahanan dan keamanan (militer), dan mendukung operasional perusahaan-perusahaan milik pemerintah.

Satelit Telkom-3 berkapasitas setara dengan 42 transponder (setara 49 transponder @36MHz). Satelit ini terdiri dari 24 transponder @36MHz Standart C-band, 8 transponder @54 MHz Ext. C-band, dan 4 transponder @36 MHz + 6 transponder @54 MHz Ku-Band. Cakupan geografis Satelit Telkom 3 ini mencapai Standart C-band (Indonesia dan kawasan Asia Tenggara), Ext. C-band (Indonesia dan Malaysia), dan Ku-Band (Indonesia).

Menurut Eddy, dari 42 transponder Satelit Telkom-3, sebanyak 40-45% atau sekitar 20 transponder akan dikomersialkan. Sedangkan, sisanya untuk menambah kapasitas seluruh layanan Telkom Group.

Satelit Telkom-3 merupakan satelit pertama Indonesia yang dibeli dari Rusia. Sebelumnya Telkom telah mengoperasikan Satelit Telkom-2 pada 12 November 2005, yang diluncurkan oleh roket Ariane-5 milik perusahaan ArianeSpace di Kouroue, Guyana, Perancis. (ift/ara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *