Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

PT se Jatim Deklarasikan Antiradikalisme

06 Jul 2017 // 18:38 // HEADLINE, PENDIDIKAN

unnamed (32)

SURABAYA (suarakawan.com) – Perguruan tinggi se-Jawa Timur melakukan deklarasi antiradikalisme dengan tema “Deklarasi dari Surabaya untuk Indonesia”. Deklarasi ini dilakukan di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur (Jatim) pada Kamis (6/7) yang disaksikan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir.

Deklarasi PT se-Jawa Timur ini menjaga lima poin penting. Yakni; pertama, menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945 demi keutuhan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Kedua, mencegah dan melarang berbagai bentuk kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Ketiga, mencegah dan melarang berbagai bentuk kegiatan radikalisme dan terorisme serta menjaga kerukunan umat beragama. Keempat, mencegah dan melarang penyalahgunaan dan peredaran narkoba dan zat adiktif lainnya. Kelima, menanamkan dan mengimplementasikan nilai-nilai bela negara.

Dalam sambutanya, Nasir mengingatkan kepada civitas akademika perguruan tinggi mengenai pentingnya memupuk rasa nasionalisme dan cinta Tanah Air serta mencegah munculnya bibit radikalisme dan terorisme di kampus. Untuk itu, Nasir mengajak para pimpinan perguruan tinggi untuk mengawal pencegahan radikalisme dan terorisme serta penyalahgunaan narkoba di perguruan tinggi masing-masing.

“Perguruan tinggi tidak hanya cukup meluluskan sarjana ataupun diploma, namun harus mencetak lulusan yang memiliki kompetensi tinggi yang senantiasa menjaga semangat kebangsaan dan kebinekaan,” kata mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) ini di UPN Veteran, Jatim, Kamis (6/7).

Sementara itu, Sestama BNPT R. Gautama Wiranegara menyampaikan tantangan radikalisme global yang saat ini juga mengancam Indonesia. Generasi muda merupakan kelompok yang rentan akan pengaruh radikalisme, dan itu terlihat dari penelitian yang menunjukkan bahwa pelaku radikalisme paling banyak berasal dari kalangan anak muda.

Gautama menyebutkan, besarnya pengaruh penyebaran radikalisme dan terorisme ini melalui internet dan media sosial. “ Dari pengaruh media sosial, banyak orang Indonesia, umumnya anak muda, yang berangkat ke Suriah,” ujarnya.

Gautama menuturkan, dalam menangggulangi penyebaran radikalisme melalui internet dan media sosial adalah melalui pembentukan Badan Siber dan Sandi Negara. Pasalnya, menyelesaikan masalah tersebut merupakan tanggung jawab bersama.

“Saat ini BNPT sudah berkoordinasi dengan 32 Kementerian untuk penanganan radikalisme dan terorisme, sehingga akan terlihat peran masing-masing, siapa berbuat apa,” ucapnya.(bs/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini