Prof. Mukhlas:Anggaran Pendidikan Double Accounting

lambang tut wuri handayani

SURABAYA (suarakawan.com) – Anggaran pendidikan 20% yang dianggarkan dalam APBN masih lebih besar dari APBD daerah dan hal ini menyebabkan Double Accounting.

“APBN menggelontorkan lewat Dana Alokasi Umum ke daerah dan justru itu diakui oleh daerah,” kata Prof Mukhlas, Rektor Unesa kepada suarakawan.com, Minggu siang, (03/07).

Sebenarnya daerah itu mengklaim kalau anggaran 20% untuk pendidikan itu dapat dipenuhi, sehingga daerah dapat memfasilitasi semua hal keuangan tentang pendidikan.

“Seperti kesejahteraan dan tunjangan guru tidak tetap yang seharusnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah,” urai Prof Mukhlas.

Solusinya, menurut Mukhlas permasalahan antara sentralisasi dan desentralisasi anggaran yakni idealnya adalah daerah harus kooperatif dan mampu menanggarkan 20% untuk pos anggaran pendidikan.

“Birokrasi yang tidak lurus ini menjadi masalah pokok di Indonesia dan sangat mengganggu sistem yang ada,” tambahnya.(iza/jto/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Prof. Mukhlas:Anggaran Pendidikan Double Accounting"