Probolinggo Alami Inflasi Tertinggi Bulan Februari 2012

SURABAYA (suarakawan.com) – Probolinggo Alami Inflasi Tertinggi Bulan Februari 2012 Tercatat pada bulan Februari 2012 Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,25 persen. Nampaknya perekonomian di Jawa Timur sedang melejit dan bisa dikatakan merata keseluruh daerah dibandingkan angka inflasi nasional sebesar 0,05 persen.

Membaiknya perekonomian di Jatim juga terlihat dari upaya persaingan ekonomi antar daerah di provinsi. Dari tujuh kota di Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur, inflasi tertinggi terjadi di Probolinggo sebesar 0,46 persen, diikuti oleh Madiun sebesar 0,36 persen, Sumenep sebesar 0,35 persen, Jember sebesar 0,27 persen, Surabaya sebesar 0,25 persen, Kediri sebesar 0,22 persen dan inflasi terendah terjadi di Malang sebesar 0,18 persen.

“Di bulan Februari ini inflasi di Jatim dikarenakan sebagian besar kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga,” kata Irland Indro Cahyo, Kepala BPS Jatim saat rilis, Kamis (01/03).

Hal tersebut ditunjukkan pada kenaikan indeks pada kelompok kenaikan indeks pada kelompok sandang sebesar 1,64 persen, makanan dan minuman (mamin), rokok, dan tembakau sebesar 0,52 persen, kelompok perumahan sebesar 0,27 persen, kesehatan 0,23 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,05 persen dan kelompok bahan makanan sebesar 0,03 persen.

Dari jumlah inflasi tersebut, sejumlah komoditas yang memberikan sumbangan terbesar adalah Emas perhiasan, jagung muda, rokok kretek filter, bawang merah, tukang bukan mandor, telur ayam ras, rokok kretek, daging ayam ras, gula pasir dan nangka muda.

Sementara komoditas terbesar yang mengakibatkan deflasi adalah tomat sayur, cabe merah, angkutan udara, bandeng, kepiting/rajungan, pindang asin, udang basah, bayam, telepon seluler, dan kangkung. (din/jto)

keterangan Foto : Kepala BPS  Irland Indro Cahyo saatditemui di BPS

Tag:
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Probolinggo Alami Inflasi Tertinggi Bulan Februari 2012"