Prihatin Kasus Contek Masal, IPM Gelar Aksi Damai

Pelajar dari IPM membagikan brosur dukung kejujuran

SURABAYA (suarakawan.com)-Puluhan Siswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menggelar aksi bentuk keperihatian atas kasus contekkan massal di SDN Gadel 2 yang mereka nilai telah mencoreng wajah pendidikan Indonesia.

Dalam pantau lapangan aksi IPM ini , puluhan pelajar ini menutup mulut dengan lakban serta membagi-bagikan sejumlah selebaran kepada pengguna jalan yang melintas di Jalan Gubenur Suryo, depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (17/06) sore.

Kordinator aksi,Ahmad Rosidi mengatakan kasus mencotek massal di SD Gadel II ini ibarat puncak gunung es yang mencuat ke permukaan laut. Mencontek dikalangan pelajar, akhir-akhir ini dianggap lumrah. Parahnya lagi, prilaku yang tidak terpuji ini seolah-olah dilegalkan oleh kalangan pendidik.

“Hasilnya, cara instan  yang ditempuh tidak lagu mengindahkan kejujuran yang seharusnya menjadi karakter pelajar,” kata Ahmad usai aksi di tempat tersebut.

Ironisnya, ketidakjujuran yang dilakukan oleh pelajar itu tidak saja diamini oleh para pendidik tapi masyarakat juga mengamini perbuatan tercela. Kejujuran sebagai salah satu sikap terpuji kali ini kian langka dimasyarakat. Padahal kejuruan itu adalah hal kecil yang memiliki dampak luas terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Imbas dari dari kasus contekan massal ini karena Sistem Ujian Nasional  (UNAS) yang membuat siswa untuk melakukan hal tersebut. “Oleh karena itu kami meminta agar UNAS dihapus atau mengganti model UNAS yang mengacu pada tiga ranah yakni, Kognitif, efektif dan psikomotorik,” terangnya.

Usai melakukan aksi damai itu para pelajar langsung membubarkan diri. (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Prihatin Kasus Contek Masal, IPM Gelar Aksi Damai"