Prestasi Loncat Indah Jatim Terancam Terpuruk, Ini Sebabnya

images

SURABAYA (suarakawan.com) – Prestasi cabang olahraga (cabor) loncat Indah Jatim terancam terpuruk. Sedikitnya 5 medali emas dari cabor ini bakal melayang pada PON XX tahun 2020 di Papua. Pasalnya, loncat indah kini sudah tidak memiliki tempat berlatih yang permanen lagi.

Kolam loncat indah Graha Residen Surabaya yang selama ini menjadi base camp cabor loncah indah di bongkar Januari ini. Dari kolam ini, melahirkan atlet-atlet handal dan mampu mengharumkan nama baik Jatim di even nasional, termasuk PON XIX 2016 di Jabar.

“Kolam Graha Residen sangat cocok bagi peloncat indah Jatim untuk berlatih. Buktinya, latlet kita mampu merebut lima emas di PON Jabar,” kata mantan pelatih loncat indah PON XIX Jatim, Ronald Harbianto di Surabaya, Jumat (20/1).

Selama ini, diakui, loncat indah menyewa kolam Graha Residen, karena tidak mempunyai tempat latihan. Kolam Graha Residen disewa hingga berakhirnya PON Jabar, September. Dan, sesuai kesepakatan dengan pihak pengelola, usai gelaran PON Jabar kolam tersebut dibongkar.

KONI Jatim, lanjutnya, pernah menjanjikan akan dibangunkan kolam loncat indah disamping kolam renang KONI Jatim di jalan Kertajaya Indah Surabaya. Namun, hingga kolam renang Graha Residen dibongkar, realisasi kolam loncat indah belum terwujud.

“Kalau dibongkar, maka cabor loncat indah akan menjalani Puslatda di Provinsi lain yang memiliki kolam loncat indah. Seperti DI Yogjakarta, Jateng, Jabar atau Sumsel,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya meminta KONI Jatim untuk mencarikan solusi. Agar pembinaan atlet tidak terhenti. Regenerasi atlet harus tetap berjalan. “KONI Jatim harus mencarikan solusi agar kolam renang loncat indah bisa segera terwujud,” ucapnya.

Seperti diketahui, loncat indah mengukir prestasi gemilang di PON Jabar. Tampil sebagai juara umum, tim loncat indah Jatim meraih 5 emas, 3 perak, 1 perunggu dari 10 emas yang dipertandingkan. Urutan kedua ditempati DKI Jakarta (4 emas, 3 perak, 3 perunggu).
Tempat ketiga diduduki Jabar (2 emas, 2 perak, 1 perunggu).

Dari lima emas yang diraih Jatim, empat emas diantaranya disumbangkan Della Dinarsari. Masing-masing dari nomor papan 1 meter putri, 10 meter menara putri, menara synchroputri berpasangan dengan Linst Betiliana dan papan 3 meter synchro putri juga berpasangan dengan Beti. Satu emas Jatim lainnya disumbangkan Muhammad Nasrullah. (Bng/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Prestasi Loncat Indah Jatim Terancam Terpuruk, Ini Sebabnya"