Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Presiden Trump Puji Pengelolaan Ekonomi RI

11 Nov 2017 // 20:42 // EKONOMI, HEADLINE

trump1

JAKARTA (suarakawan.com) – Indonesia dinilai berhasil memadukan antara pertumbuhan dan pemerataan ekonomi sehingga mendapat pujian dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Presiden Donald Trump memuji Indonesia saat berpidato dalam pembukaan APEC bahwa Indonesia selama beberapa dekade telah membangun institusi domestik dan demokratis untuk mengelola hingga dari 13.000 pulau.

“Kita berhasil mengombinasikan antara pertumbuhan dan equity (pemerataan), himbauan Presiden Jokowi di ABAC misalnya internasionalisasi UMKM, kemudian akses kepada modal itu juga adalah yang disampaikan pesan kepada para anggota APEC,” kata Wakil Menteri Luar Negeri, AM Fachir, seperti dikutip dari Antara di Da Nang, Vietnam.

Menurut Trump, sejak 1990-an, rakyat Indonesia telah mengeluarkan diri mereka dari kemiskinan untuk menjadi negara dengan pertumbuhan pesat di G20. Apalagi Indonesia saat ini adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

“Kita ingin agar tampil sebagai negara yang bisa mengombinasikan antara pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dan bertumpu pada UMKM, ini yang coba ditampilkan dalam pesan presiden karena itu sejalan dengan inklusivitas pembiayaan yang menunjang pertumbuhan kita,” tambah Fachir.

Inklusivitas ekonomi itulah yang menurut Fachir juga sesuai dengan tema APEC 2017 yang dibuat oleh Vietnam yaitu Creating New Dynamism and Fostering a Shared Future.

“Presiden menegaskan perlunya inklusivitas karena bisa jadi teknologi informasi pun bisa menciptakan ‘gap’ dan kita dinilai berhasil menyeimbangkan dan mengombinasikan antara pertumbuhan dan ‘equity’, antara lain misalnya melalui ‘social safety net’ (BPJS), pembagian KIP (Kartu Indonesia Pintar), KIS (Kartu Indonesia Sehat) itu dinilai mengombinasikan pertumbuhan dan distribusi kemakmuran serta mengurangi ‘gap’ itu,” jelas Fachir.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC) ke-25 berlangsung di Da Nang, Vietnam pada 10-11 November. Agenda pertama Presiden adalah menghadiri APEC Business Advisory Council (ABAC) dengan para pemimpin anggota APEC.(mer/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini