Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Presiden Jokowi: Demokrasi Kita Terlalu Keblabasan

22 Feb 2017 // 15:18 // HEADLINE, POLITIK, POLITIK & PEMERINTAHAN, PUSAT

jokowi-poto-istimewa-1

JAKARTA (suarakawan.com) – Presiden Joko Widodo mengatakan, sistem demokrasi Indonesia belakangan ini sudah melampaui batas. Pernyataan ini disampaikan karena belakangan ia kerap diminta tanggapan mengenai kondisi demokrasi di Indonesia.

Di hadapan ribuan kader Partai Hanura, Jokowi berpendapat, demokrasi yang seperti ini rawan menjadi pintu masuk ideologi yang bertentangan dengan Pancasila mulai liberalisme hingga terorisme.

“Saya jawab ya. Demokrasi kita terlalu kebablasan dan praktek demokrasi politik yang kita laksanakan telah membuka peluang terjadinya artikulasi politik yang ekstrem,” kata Jokowi di Sentul International Convention Center, Rabu (22/2).

Mantan Wali Kota Solo ini mengatakan, bukti nyata bablasnya sistem demokrasi Indonesia adalah politisasi SARA yang marak terjadi beberapa bulan terakhir. Cacian, makian, dan hujatan kerap disampaikan sejumlah oknum.

“Ini kalau diteruskan bisa menjurus pada memecah belah bangsa. Ini menjadi ujian kalau dilalui dengan baik akan membuat kita semakin tahan uji, bukan melemahkan,” ucapnya.

Ia mengimbau seluruh masyarakat tak terbawa dengan sistem demokrasi yang kebablasan. Jokowi mengingatkan, fokus utama pemerintahan adalah memperbaiki pertumbuhan ekonomi dan menyejahterakan masyarakat.

Menurutnya, satu-satunya cara mengatasi demokrasi yang kelewat batas adalah melalui penegakan hukum. “Dalam demokrasi yang sudah kebablasan adalah penegakan hukum. Aparat harus tegas, tidak usah ragu-ragu,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini. (cnn/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini