Premium Langka, Begini Penjelasan Pertamina

JAKARTA (suarakawan.com) – PT Pertamina (Persero) membantah adanya upaya pengurangan pasokan premium disejumlah daerah yang menyebabkan Bahan Bakar Minyak (BBM) berkadar RON 88 tersebut langka. Pertamina menyebutkan kelangkaan BBM tersebut dikarenakan migrasi konsumen dari premium ke pertalite.

Direktur Pemasaran Pertamina M Iskandar menjelaskan kondisi konsumsi premium di Indonesia saat ini mengikuti pergerakan pasar di mana ketika selisih harga antara premium dan pertalite kecil maka masyarakat akan beralih menggunakan pertalite.

Namun, ketika harga minyak dunia naik yang kemudian berimplikasi pada naiknya harga pertalite maka masyarakat berbondong-bondong kembali mengonsumsi premium. Ketika masyarakat serempak pindah mengonsumsi premium, tidak ditampik terkesan premium langka. Sebab sering kali SPBU kehabisan stok premium.

“Enggak (menahan penjualan premium) itu kan pasar,” kata Iskandar, saat ditemui di Kompleks Parlementer Senayan, Jakarta, Selasa, 10 April 2018.

Saat ini, pertalite ditetapkan di Rp7.800 per liter. Sedangkan premium untuk Jawa Madura dan Bali (Jamali) Rp6.550 per liter dan di luar Jamali Rp6.450 per liter. Selisih harga lebih dari Rp1.000 per liter yang membuat masyarakat melakukan migrasi dari pertalite ke premium.

Namun, Iskandar menjelaskan, migrasi pengguna pertalite belum signifikan. Hanya didistribusikan kuota premium di daerah saja yang belum menyesuaikan. Saat ini pihaknya tengah melakukan penyesuaian premium sesuai dengan tingkat kebutuhan di berbagai daerah.

“Sekarang naik lagi (premiumnya) sekarang sudah ditambah lagi,” ucapnya.(mtv/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Premium Langka, Begini Penjelasan Pertamina"