Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Prancis Larang Umat Islam Shalat di Jalan-jalan

20 Nov 2017 // 19:03 // HEADLINE, INTERNASIONAL, PERISTIWA

shalat1

PARIS (suarakawan.com) – Kementerian Dalam Negeri Prancis akan memberlakukan larangan bagi umat Islam melaksanakan salat di jalan-jalan umum di pinggiran Kota Paris menyusul adanya bentrokan antara umat Islam setempat dengan pihak berwenang.

Ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir di Clichy-la-Garenne, wilayah multietnis di Paris yang memprotes kegiatan salat di jalanan.

Sebelumnya, umat Islam di wilayah tersebut mulai berdoa di jalan-jalan
sejak Maret lalu untuk memprotes penutupan masjid yang diubah menjadi perpustakaan.

Perselisihan tersebut menjadi indikasi kekurangan masjid di negara tersebut dan umat Islam menuduh pihak berwenang tidak menyediakan lahan yang dibutuhkan.

“Mereka tidak akan salat di jalan, kami akan mencegah mereka. Muslim harus memiliki tempat untuk salat,” kata Menteri Dalam Negeri Gerard Collomb seperti dikutip Independent, Senin (20/11).

Dia mengakui perlunya tambahan masjid untuk menunaikan kegiatan keagamaan. Collomb berjanji untuk menyelesaikan protes ini dalam beberapa minggu mendatang.

Sebelumnya pada awal November 2017, Wali Kota dengan aliran politik sayap kanan Remi Muzeau memimpin sekitar 100 orang dalam sebuah demonstrasi menentang doa di jalanan. Akibatnya, polisi dengan dilengkapi perisai turun tangan untuk memisahkan kedua kelompok tersebut sehingga orang-orang muslim
dapat melanjutkan kegiatan doa mereka.
Sementara pembangunan masjid baru untuk lima juta muslim di Prancis diperkirakan akan menimbulkan kontroversi di negara sekuler yang sangat ketat mengatur kegiatan keagamaan itu.

Muslim di sejumlah kota juga telah mulai melakukan salat di jalanan yang memicu sentimen anti-Islam yang digadang oleh Front Nasional Prancis (FN).

Pemimpin FN Marine Le Pen pada tahun 2011 membandingkan muslim yang salat di jalanan sama seperti pendudukan Nazi selama Perang Dunia II. Dia atas pernyataan itu pernah dituntut atas ujaran kebencian namun kemudian tuntutan dibatalkan. (viv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini