Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Potensi Laut Indonesia Capai Rp17 Ribu Triliun

08 May 2017 // 07:55 // HEADLINE, MARITIM & LAUT

ikan1

TANAH TUMBU (suarakawan.com) – Presiden Joko Widodo mengatakan sumber daya alam laut merupakan kunci kesejahteraan masyarakat Indonesia yang telah lama diabaikan. “Padahal kekayaan kita ada di laut, sumber daya alam kita ada di laut,” kata Jokowi saat memberikan sambutan Puncak Budaya Maritim Pesta Laut Mappanretasi 2017 di Pantai Pegagan, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan pada Minggu, 7 Mei 2017.

Menurut data pemerintah, kata Jokowi, potensi perekonomian sumber daya alam laut Indonesia mencapai Rp 17 ribu triliun setiap tahunnya. Masalahnya, bangsa Indonesia belum mengelola sektor kelautan secara maksimal.

“Sumber daya alam laut merupakan kunci untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, untuk meningkatkan pemerataan ekonomi masyarakat kita, merupakan kunci untuk keadilan rakyat Indonesia,” ujar Presiden Jokowi.

Saat mengawali sambutan, Presiden Jokowi menyampaikan kebahagiaannya dapat hadir di Pesta Adat Mappanretasi di Kabupaten Tanah Bumbu. “Pesta adat ini menjadi bukti bahwa jati diri kita, bahwa karakter kita, bahwa budaya kita adalah kodrat dari bangsa dan negara kita Indonesia, yaitu bangsa maritim”.

Presiden Jokowi melanjutkan, nenek moyang bangsa Indonesia sejak dahulu sudah hidup harmonis dengan lautan. Menanggapi permintaan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dan Bupati Tanah Bumbu Mardani Maming, yaitu supaya pemerintah pusat membangun Pelabuhan Internasional di Batulicin, Jokowi dirinya tidak menjawab.

“Tapi saya catat karena kalau saya jawab pasti harus saya berikan (dipenuhi). Kalau saya catat berarti masih dalam hitung hitungan, masih dalam kalkulasi dan masih dalam kajian. Apakah itu baik untuk negeri ini, baik untuk bangsa ini. Kalau baik ya tentu saja akan saya putuskan untuk dikerjakan, untuk dilakukan,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi menerima gelar adat “Kapiteng Lau Pulo” yang diberikan oleh Ketua Lembaga Adat Tanah Bumbu Burhansyah. Selanjutnya Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo berjalan kaki menuju dermaga untuk melihat kapal-kapal yang akan berlayar.

Sejumlah pejabat mengikutinya seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Kepala Staf Presiden Teten Masduki. (tc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini