Ponpes Tebu Ireng Tolak Hasil Muktamar NU ke-33

NU

JOMBANG (suarakawan.com) – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur, Salahudin Wahid (Gus Sholah) menerbitkan maklumat menanggapi hasil Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) beberapa waktu lalu.

Menurut Gus Sholah, maklumat itu mencermati perkembangan dinamika pada warga NU secara struktural maupun nonstruktural.

Poin pertama dalam maklumat tersebut yaitu Tebuireng konsisten menganggap tak ada Pengurus Besar (PB) NU hasil muktamar yang berlangsung pada Agustus 2015.

Poin kedua yaitu Tebuireng mendukung upaya hukum menggugat proses hasil muktamar.

“Terakhir, saya minta warga NU tetap bersabar dan selalu berdoa pada Allah SWT agar perjuangan dalam mengembalikan NU seperti cita-cita pendiri NU,” kata Gus Sholah, seperti ditulis Minggu (27/9).

Sebelumnya, Pengasuh Ponpes Sukorejo Situbondo, KHR Ach Azzaim Ibrahimy menerbitkan maklumat terkait hasil muktamar. Isinya yaitu memisahkan diri dari PBNU hasil muktamar.

Polemik seputar hasil Muktamar ke-33 NU terus bergulir. Gus Sholah merupakan tokoh NU yang menentang Muktamar NU tersebut.

Gus Sholah memfasilitasi aspirasi sejumlah warga Nahdliyin dan tokoh NU yang menolak AD PBNU. Alasannya, perubahan terjadi pada AD, di antaranya penghilangan ijmak atau kesesuaian pendapat dan qiyas atau persamaan. Padahal, dua hal itu merupakan bagian dari dasar hukum NU.

“Ini sama halnya mengubah apa yang sudah didirikan oleh Hadaratus Sheikh Hasyim Ashari dan saya yakin akan ditentang seluruh warga Nahdliyin,” kata Gus Sholah dalam pertemuan dengan sejumlah warga Nahdliyin yang berlangsung di Tebu Ireng beberapa waktu lalu. (mtv/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Ponpes Tebu Ireng Tolak Hasil Muktamar NU ke-33"