Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Polri Larang Warga Takbir Keliling, Ini Sebabnya

24 Jun 2017 // 15:01 // HEADLINE, RELIGI ISLAMI

lebaran-takbir-keliling

JAKARTA (suarakawan.com) – Kepolisian mengimbau agar masyarakat tidak melakukan takbir keliling untuk menyemarakan malam takbiran. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto larangan tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban.

“Untuk Jakarta Kapolda Metro sudah mengimbau agar tidak melakukan dengan keliling maksudnya antar wilayah karena dikhawatirkan adanya gesekan-gesekan,” katanya di Mabes Polri Jakarta Selatan, Sabtu (24/6).

“Ada mudaratnya sehingga dari pengalaman sahur on the road saja, dua kelompok kecil sahur on the road bisa berkelahi dan bisa tawuran. Kita tidak mengharapkan takbiran dicederai dengan hal-hal yang tidak perlu,” sambungnya.

Namun, jika ingin melakukan takbir keliling, kepolisian menghimbau agar mengutaman keselamatan. Dirinya mengimbau agar peserta takbir tidak menggunakan truk, kemudian tidak duduk di atas truk itu karena ini sangat membahayakan pesertanya sendiri.

“Kemudian untuk sepeda motor yang tanpa helm, ini juga akan membahayakan. Kami dari Polri ingin takbiran berlangsung dengan baik namun juga keselamatan menjadi nomor satu. Jadi jangan sampai keselamatan diabaikan untuk sesaat padahal kita besok masih akan merayakan hari raya Idul Fitri,” terangnya.

Terkait pengamanan salat Idul Fitri, pihaknya telah menerjunkan 6.000 pasukan yang tergabung dalam Ops Ramadniya untuk mengamankan selama masa lebaran termasuk untuk mengamankan rumah kosong yang di tinggal pemudik.

“Kita laksanakan, ada anggota-anggota yang melakukan pengamanan secara terbuka, dan secara tertutup. Secara terbuka maksudnya dia menggunakan pakaian seragam lengkap, tapi ada juga yang tidak berpakaian seragam tetapi tetap bersama-sama dengan masyarakat melaksanakan salat ied. Yang jelas kita mengharapkan seluruh masyarakat yang merayakan idul fitri betul-betul aman dan nyaman.” (mer/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini