Polrestabes Ungkap Pengusaha Pakai BBM Bersubsidi

tersangka pengusaha pemakai BBM bersubsidi

SURABAYA (suarakawan.com) – Akibat menyalahgunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Bilmar Napitupulu, bos pabrik roti harus berurusan dengan aparat kepolisian.

Bilmar menggunakan BBM bersubsidi untuk bahan bakar pabriknya.  Akibat ulahnya itu, negara dirugikan senilai Rp700 Juta hingga Rp800 Juta.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Indarto, tersangka melakukan aksi tersebut sudah 2 tahun. Modusnya, tersangka membeli BBM
berupa solar dengan menggunakan Truck Box dengan Nopol L 9342 NB.

“Tanki truk tersebut diisi penuh kemudian dibawa ke lokasi pabrik. Setelah itu, BBM di tangki tersebut dipindahkan ke Tandon. Dalam sehari tersangka membeli BBM bersubsidi kurang lebih 200 liter hingga
250 liter,” ujar AKBP Indarto, Selasa (12/07)

Padahal,lanjutnya, harga untuk BBM bersubsidi Rp4500 perliter. Sedangkan harga BBM non subsidi mencapai Rp9000 perliter. Selama 1 bulan negara
dirugikan sebesar Rp24 Juta.  Pelaku sendiri  melakukan aksi sudah 2 tahun dan negara sudah dirugikan ratusan Juta rupiah.

Terungkapnya kasus tersebut bermula dari kecurigaan mobil milik PT Ital Frans Multindo Food Industri sering membeli BBM di 2 SPBU di Surabaya. Kercurigaan itu diperkuat setelah truk dengan nopol yang sama itu mengisi solar selalu Full Tank di SPBU tersebut.  Bahkan terhitung dua hingga tiga kali satu SPBU dalam sehari.

Selain mengamankan truk tersebut, polisi juga menyita 6 Jurigen. Masing-masing Jurigen berisi 25 liter dan 18 liter. Selain itu, petugas juga menyita 1 tangki solar kapasitas 5000 liter dan 1 bak tandon dengan kapasitas 1000 liter.

Atas ulahnya itu, tersangka dijerat dengan Undang-undang RI nomer 22 tahun 2001 pasal 55 tentang Migas dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun dan denda maksimal Rp60 Juta.(bs/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *