Pollingnya Malah Menangkan Jokowi, Begini Reaksi Fadli Zon

JAKARTA (suarakawan.com) – Wakil Ketua Partai Gerindra, Fadli Zon, mengadakan survei pemilihan presiden melalui Twitter. Hasilnya, Presiden Joko Widodo unggul dengan margin 10%. Hal itu disebut Fadli modal yang bagus untuk Prabowo, namun pengamat menyebutnya “tak berarti apa-apa.”

Jajak pendapat dalam akun Twitter Fadli Zon yang diikuti sekitar 30.336 penggguna menunjukkan Jokowi meraih 55% suara, sementara Prabowo memperoleh 45% suara.

Hasil ini disebut Fadli sebagai “modal yang sangat bagus” mengingat Prabowo -yang juga mencalonkan diri pada pemilihan presiden pada 2014- belum bergerak.

“Tiga puluh ribuan, saya kira itu mencerminkan keadaan sekarang. Kecuali ada buzzer, itu biasa. Pak prabowo belum berbuat banyak, malah belum bergerak, malah jalan di tempat sudah 45%,” kata Fadli kepada wartawan BBC Indonesia.

Tetapi Aditya Perdana – selaku Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik FISIP Universitas Indonesia- menyebut hasil survei melalui media sosial itu “tak menunjukkan apa-apa”.

Bagaimanapun Fadli Zon tetap mengartikan hasil survei Twitter-nya sebagai sebuah pertanda positif.

“Apalagi kalau sudah melakukan kampanye turun ke bawah, menyapa masyarakat di berbagai daerah, di berbagai provinsi dan lain lain, saya kira jauh akan lebih signifikan perolehahannya. Saya kira itu modal yang sangat bagus sekali,” tambahnya.

Dalam unggahannya Rabu (03/01), Fadli menulis, “Jika pemilihan Presiden dilakukan hari ini, siapa yang akan anda pilih.” Cuitan itu dikomentari lebih dari 2.500 kali dan di-retweet lebih dari 4.300 kali.

Cara itu tidak dianggap serius oleh Aditya Perdana karena dirinya lebih percaya dengan lembaga survei yang bertemu langsung masyarakat.

“Buat saya tak menunjukkan apa-apa, karena respons di Twitter dengan opini publik sesuatu hal yang berbeda. Di Facebook atau Twitter, hanya mereka yang bisa mengakses sosial media secara rutin sehingga mereka bisa beropini… Satu orang bisa punya banyak user atau bahkan bisa pakai robot,” kata Aditya.

“Jadi saya tak percaya soal (survei) Twitter untuk dipakai jadi opini publik. Saya lebih percaya dengan yang dilakukan teman-teman lembaga survei opini publik, yang langsung ketemu masyarakat dan ditanya pendapatnya,” tegasnya.

Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting menyebutkan elektabilitas Jokowi meningkat terkait kinerjanya.

“Elektabilitas Jokowi cenderung menguat, Prabowo cenderung stagnan. Penguatan Jokowi karena tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi (74%) terhadap kinerjanya, evaluasi masyarakat terhadap kondisi politik, keamanan, penegakan hukum, dan ekonomi cenderung makin positif,” kata Djajadi Hanan dari SMRC.

“Kemudian evaluasi masyarakat terhadap program dan kegiatan pemerintah di berbagai sektor seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain cenderung positif. Penilaian atas bidang ekonomi yang terkait langsung dengan kehidupan sehari hari, meski masih banyak dikeluhkan, juga cenderung positif -pengangguran, lapangan kerja, jumlah orang miskin, harga sembako,” kata Djajadi.

Survei-survei lain termasuk oleh Indo Barometer pada 15-23 November 2017 dengan Jokowi: 34,9% dan Prabowo: 12,1% sementara Populi Center dalam survei pada 19-26 Oktober 2017 dengan hasil Jokowi: 49,4% dan Prabowo: 21,7%.

Tetapi Fadli menepis kinerja yang disebut sejumlah lembaga survei ini dengan mengatakan tak merinci hasil kinerja yang dimaksud.

“Lembaga survei tak merinci apa yang dimaksud dengan kinerja ya… Apakah yang dimaksud kehidupan mereka lebih mudah, mendapat pekerjaan lebih mudah, daya beli lebih mudah?”

“Jalan tol bukan indikator keberhasilan pembangunan. Keberhasilan pembangunan itu pengangguran berkurang, kemiskinan berkurang, kesejahteraan petani meningkat, nelayan mendapatkan kemudahan dan mendapatkan kesejahteraan. Juga para pedagang kecil, pedagang pasar, dan usaha kecil menengah,” kata Fadli.

Pengamat media sosial, Nukman Luthfie, juga menyebut jajak pendapat di jaringan media sosial sesuatu yang tak ilmiah.

“Polling Twitter itu kan nggak ilmiah… Kecenderungan saat ini polling di Twitter diserbu oleh yang pro dan kontra saja, yang di tengah-tengah malas ikutan,” kata Nukman.

Dari lebih dari 2.500 komentar di cuitan Twitter Fadli Zon, ada sebagaian yang menanggapi serius, termasuk Ade Irfan? @adeirfanok yang menulis, “Kepercayaan publik meningkat di bawah kepemimpinan pak @jokowi , jangan sampai kita pindah haluan.”

Sementara TriGaruda @Supri99540110 mengatakan, “Prabowo insallah presiden indonesia akan lebih mnjd (menjadi) negara maju yang disegani oleh negara lain dan mengalahkan negara AS.”

Sejumlah lainnya menanggapi dengan sindiran termasuk @agus_hulu yang menulis, “Hati-hati dilempar HP.” (bbc/rur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *